AYOJAKARTA.COM - Negara Indonesia berada di tiga lempeng tektonik yakni lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik.
Hal tersebut menyebabkan wilayah daratan Indonesia memiliki banyak gunung berapi.
Berdasarkan letak geografis tersebut, tidak mengherankan jika Indonesia masuk kategori rawan bencana akibat aktivitas gunung berapi.
Baca Juga: Gayus Lumbuun Anggap Hakim Dapat Tekanan dari Amicus Curiae Dalam Vonis Ferdy Sambo Cs, Ini Faktanya
Rangkaian bencana aktivitas gunung berapi yang kerap dirasakan masyarakat antara lain gempa bumi, letusan atau erupsi gunung berapi, bahkan tsunami.
Dikutip dari laman magma.esdm.go.id pada Selasa 28 Februari 2023, MAGMA Indonesia merilis informasi terkait update aktivitas gunung berapi di Indonesia.
MAGMA Indonesia merupakan aplikasi web dan mobile yang didirikan senta dikembangkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap masyarakat di bidang mitigasi atau tindakan mengurangi dampak bencana geologi.
Berdasarkan data yang dirilis tersebut, terdapat 18 gunung berapi berstatus level II atau waspada.
Data 18 gunung tersebut dhimpun berdasarkan hasil pengamatan visual atau dilihat dengan indra mata dan instrumental atau pengamatan menggunakan alat, memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata, dengan kata lain gunung api mengalami erupsi.
Berikut daftar 18 gunung berapi berstatus level II atau waspada:
- Awu - Sulawesi Utara
- Banda Api - Maluku
- Bromo - Jawa Timur
- Dempo - Sumatera Selatan
- Dieng - Jawa Tengah
- Dukono - Maluku Utara
- Gamalama - Maluku Utara
- Ibu - Maluku Utara
- Ijen - Jawa Timur
- Ili Lewotolok - Nusa Tenggara Timur
- Kerinci - Jambi, Sumatera Barat
- Lokon - Sulawesi Utara
- Marapi - Sumatera Barat
- Raung - Jawa Timur
- Rinjani - Nusa Tenggara Barat
- Sangeang Api - Nusa Tenggara Barat
- Sinabung - Sumatera Utara
- Soputan - Sulawesi Utara
Status waspada diberikan dengan kriteria gunung berapi yang mulai menampakkan kelainan aktivitas, baik secara visual atau kasat mata, intensitas gempa, hasil pemeriksaan kawah, termasuk gejala vulkanik lainnya.
Pada status level II atau waspada, lembaga yang berwenang akan memberikan sosialisasi pada masyarakat sekitar rawan bencana.***

Share this article
MAGMA Indonesia merilis informasi terkait update aktivitas gunung berapi di Indonesia. Berikut detilnya.