AYOJAKARTA.COM - Arif Rachman, salah satu anak buah Ferdy Sambo yang terseret dalam kasus pembunuhan berencana ini.
Kasus pembunuhan berencana yang dibuat Ferdy Sambo, menyeret lebih dari 90 orang termasuk Arif Rachman.
Dalam sidang pledoi, Arif Rachman menyampaikan pembelaan agar bisa lepas dari jerat hukum kasus Ferdy Sambo yang menyeret namanya.
Arif Rachman sampaikan soal permintaan maaf pada keluarga hingga institusi Polri yang sangat ia cintai.
Namun dalam pledoi yang dibacakan Arif Rachman, terlihat ada serangan yang diberikan pada Ferdy Sambo.
Salah satunya adalah terkait dengan perintah yang diberikan Ferdy Sambo, sehingga ia sebagai bawahan hanya bisa menurut.
"Kepada yang merasa terpukul dan kecewa dengan peristiwa ini, penegak hukum kepolisian, kejaksaan pengadilan," ucap Arif Rachman.
"Mohon pintu maaf dibukakan selebar-lebarnya," tambahnya meminta maaf dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTV pada Minggu (5/2/2023).
Ia mengakui dan menyadari kesalahannya karena gagal mengatasi ketakutannya.
Bahkan telah membiarkan kekuatan perintah Ferdy Sambo yang disebut tak baik menekan mentalnya.
Arif Rachman juga mengungkapkan jika hal tersebut menguasai akal sehatnya.
"Saya menyadari bahwa saya gagal mengatasi ketakutan saya," ucapnya pasrah.
"Saya salah karena telah membiarkan kekuatan yang tidak baik menekan mental saya dan mengancam menguasai akal sehat saya," tambahnya menuding Ferdy Sambo.
Ia akhirnya menyadari jika ketakutan tersebut membuatnya tidak bisa melangkah dengan maksmial.
Bahkan ia hanya bisa diam mengikuti alur dari permainan dan kebohongan Ferdy Sambo.
"Sehingga saya tidak bisa melangkah maksimal," tutur Arif Rachman.
"Dan saya hanya bisa memilih diam pada saat itu," tandasnya mengakhiri.***

Share this article
Arif Rachman mengaku telah membiarkan kekuatan perintah Ferdy Sambo yang disebut tak baik menekan mentalnya.