AYOJAKARTA.COM - Gempa diketahui adalah fenomena alam yang secara berkala menerjang berbagai wilayah di Indonesia.
Belakangan ini, gempa yang terjadi pun cukup besar yakni lebih dari 5 magnitudo.
Tentu saja aktivitas seistimik ini bisa jadi membuat masyarakat khawatir.
Ternyata hal ini diakibatkan oleh adanya sesar dan zona megathrust di mana kedua elemen tersebut adalah sebagai penyebab utama dari seringnya gempa di Indonesia.
Baca Juga: Mantap! Jaksa Tolak Pledoi Putri Candrawathi, Singgung Dua Hal yang Kerap Bikin Geram di Persidangan
Seperti yang dijetahui, Indonesia merupakan negara yang terletak di atas 5 lempeng tektonik dan ring of fire.
Sementara itu, titik pertemuan antar lempeng yang terbentuk (zona subduksi), menyimpan potensi energi gempa dengan sebutan megathrust ditambah dengan potensi letak Indonesia dalam ring of fire.
Pertemuan lempeng tektonik ini membuat Negara Indonesia memiliki 295 sesar aktif dang 13 zona subduksi megathrust.
Dari ratusan sesar tersebut, 31 di antaranya tersebar di Pulau Jawa, termasuk 10 yang ada di Jawa Barat.
Baca Juga: Soal Isu Korupsi Pembangunan Masjid Al-Jabbar, Begini Tanggapan Ridwan Kamil
Gempa bumi yang terjadi terus menerus ini juga beberapa waktu terakhir ini dihubungkan dengan fenomena megathrust.
Peneliti BMKG, Pepen Supendi mengatakan jika hampir seluruh wilayah di Indonesia memang berpotensi akan mengalami gempa dan juga Tsunami.
“Perlu diketahui bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi maupun tsunami,” jelas Pepen Supendi dikutip dari Youtube TvOne.
Hal ini ditengarai oleh letak Indonesia yang dipengaruhi oleh empat lempeng tektonik utama.
“Sumber gempa bumi di Indonesia dipengaruhi oleh empat lempeng tektonik utama, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik kemudian Lempeng Filipina yang menyebabkan adanya zona suduksi dan zona sesar aktif,” ujar Pepen.
Pepen juga membocorkan potensi gempa megathrust yang berpotensi akan menimbulkan tsunami setinggi 34 meter yang akan terjadi di Indonesia.
“Pada zona suduksi ini ada bagian yang kita kenal dengan zona megathrust yaitu pada bidang kotak antara lempeng sampai kedalaman sekitar 50 kilometer dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda,” ujarnya.
Pepen juga menjelaskan bahwa di Indonesia telah ada 13 titik zona megathrust yang sudah diidentifikasi oleh BMKG
“Di Indonesia sendiri ada 13 zona megathrust yang sudah diidentiikasi oleh para ahli mulai dari Pantai Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Sulawesi, dan Utara Papua,” jelas Pepen.
Titik-titik yang sudah dijelaskan di atas menimbulkan gempa dengan magnitudo di atas delapan hingga dapat menimbulkan tsunami setinggi 34 meter.
“Pada zona-zona megathrust ini sudah diidentifikasi magnitudo terbesarnya atau magnitudo maksimum yang kemungkinan dapat terjadi di atas tersebut rata-rata di atas 8 berdasarkan penelitian terbaru,” pungkas Pepen.***

Share this article
Pepen juga menjelaskan bahwa di Indonesia telah ada 13 titik zona megathrust yang sudah diidentifikasi oleh BMKG