AYOJAKARTA.COM - Motif kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hingga kini masih menjadi misteri.
Pasalnya sepanjang jalannya persidangan belum pernah terbuka dengan jelas apa yang melatar belakangi Ferdy Sambo cs menghabisi nyawa Brigadir J.
Isu terkait pelecehan bahkan perkosaan yang diklaim oleh Putri Candrawathi pun agaknya menjadi sebuah fakta yang kabur.
Baca Juga: 'Hantu' Jenderal Bintang 1 Diduga Gentayangan Bantu Sambo Ringankan Hukuman, Martin Ungkap Sosoknya
Di sisi, lain jaksa yang harusnya dapat memberikan kejelasan terhadap kasus ini menurut keluarga malah membuat semakin rumit.
Hal ini terkait pernyataan jaksa yaitu tak ada isu pelecehan yang ada hanyalah isu perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan almarhum Brigadir J.
Namun dalam sebuah wawancara pada program Crosscheck melalui akun YouTube MetroTV (24/1/2023), Kamaruddin Simanjuntak mengatakan hal lain terkait motif pembunuhan Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak kemudian menyinggung adanya tiga ajudan yang berada di sekitar Ferdy Sambo.
"Ads 3 ajudan yang mengetahui daripada Ferdy Sambo yang mengetahui adanya dugaan uang yang sangat besar terkait dengan transaksi gelap, pertama Mathius itu tangan kanan pertama, tetapi karena ada suatu hal tentang aliran-aliran itu, dia digantikan oleh Yosua menjadi tangan kepercayaan," ucap Kamaruddin Simanjuntak.
"Malah ada juga satu lagi yang mengetahui yaitu Ricky Rizal, Daden. Ricky Rizal ini konsisten kepada kegelapan itu sehingga sampai dengan hari ini Ricky Rizal masih tetap kepercayaannya," lanjutnya.
"Yang saya mau katakan adalah adanya dugaan ada informasi intelijen bahwa Yosua ini seolah-olah atau dimintai keterangan oleh Jenderal lain terkait aktivitas dari pada Kadiv Propam dalam hal ini Ferdy Sambo sehingga membuat marah atau dendam Ferdy Sambo sehingga mereka merencanakan kejahatan," tambah kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin pun kemudian menyampaikan bahwa awalnya Yosua adalah orang kepercayaan Putri Candrawathi.
Lalu saat bisnis gelap terancam, dibuatlah persekongkolan untuk menyeret-nyeret Yosua.
"Karena bisnis kegelapannya terancam, bahkan saya pernah informasikan Bharada Richard Eliezer bersama yang lain pernah ditugaskan menangkap bos judi yang tidak setor ke 303, tetapi setelah ditangkap di Hotel di Bandung diuangkan 100 juta dan sejak saat itu komitmen akan setor selanjutnya ke 303," ungkap Kamaruddin.***

Share this article
Sepanjang jalannya persidangan belum pernah terbuka dengan jelas apa yang melatar belakangi Ferdy Sambo cs menghabisi nyawa Brigadir J.