AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo diketahui memakai seragam dinas saat penembakan Brigadir Yosua.
Seragam dinas yang dikenakan Ferdy Sambo juga pernah ditunjukkan oleh Jaksa di depan persidangan.
Seragam dinas Ferdy Sambo kembali menjadi bahan perbincangan usai Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri dihadirkan dalam sidang yang digelar pada 26 Desember 2022.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro Tv pada Kamis, 29 Desember 2022 berikut keterangan Reza Indragiri selaku Ahli Psiologi Forensik.
Menurut keterangan Reza Indragiri adanya penekan dari perintah seseorang tidak hanya melalui ucapan.
Namun perintah yang mengandung tekanan tersebut bisa berasal dari non verbal.
“Pemahaman tekanan tidak melulu harus dimanifestasikan lewat sebuah perintah lisan tapi tekanan itu bahkan perintah itu bisa termanifestasikan secara non verbal adakah pihak yang memberikan perintah itu punya otoritas atau tidak,” ujar Reza.
“Berarti kalau pihak pemberi perintah itu punya otoritas objektif ada pihak pemberi perintah yang punya otoritas,” tambahnya.
Kemudian tekanan yang muncul dari seragam atau kostum yang dikenakan oleh si pemberi perintah dan lokasi saat memberi perintah.
“Kedua objektif yah, ada kostum silahkan cek aja, bagaimana kostum yang ia kenakan pada saat kejadian, misalnya
yang ketiga lokasi kejadian, lokasi pemberian perintah itu dilakukan dimana,” kata Reza.
Seperti yang pernah disaksikan melalui rekaman CCTV rumah Saguling pada 8 Juli 2022 yang diputar di persidangan.
Menurut keterangan Richard Eliezer, Ferdy Sambo membeberkan terkait skenario tembak menembak.
Kemudian tak lama Richard Eliezer turun dan disusul dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo yang mengenakan seragam dinas berwarna coklat.
Richard Eliezer juga mengaku ia didoktrin oleh mantan Jenderalnya di lantai tiga hingga Agustus.***

Share this article
Sakti dan Bikin Tak Berkutik! Seragam Ferdy Sambo Bukti Bharada E Tertekan Hebat? Begini Penjelasannya menurut ahli.