AYOJAKARTA.COM – BMKG telah memprediksi akan adanya cuaca buruk yang berpotensi terjadi di akhir tahun bahkan hingga awal tahun 2023 sekaligus juga dengan wilayah yang berstatus siaga dan waspada.
Ada beberapa wilayah di Indonesia yang ditetapkan berstatus siaga dan waspada untuk menghadapi cuaca buruk.
Daftar wilayah yang sudah ditetapkan dalam status siaga dan waspada dalam potensi cuaca buruk ini disampaikan oleh Guswanto sebagai Deputi Bidang Meteorologi BMKG.
Baca Juga: Mohon Maaf! BKN Sebut Seleksi PPPK 2022 Tenaga Teknis Hanya untuk yang Berpengalaman
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNew, Guswanto menyampaikan ada 10 wilayah berstatus siaga dan 7 berstatus waspada.
Wilayah status siaga : DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat , Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Wilayah status waspada : Aceh, Lampung, Kalimantan Sekatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.
Guswasto mengatakan bahwa cuaca buruk yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah tersebut di atas bisa saja nantinya menimbulkan dampak terjadinya bencana seperti tanah longsor dan juga banjir.
“Informasi prakiraan cuaca yang saya sebutkan tadi sudah mempertimbangkan potensi dampak yang akan terjadi misalkan seperti longsor, banjir, dan mungkin ada lagi dampak ikutannya,” ujar Guswanto.
Selain itu, prakiraan cuaca buruk yang akan terjadi ini berdampak kepada pelayaran dan juga penerbangan.
“Untuk pelayaran saya sampaikan memang ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai ya terutama untuk gelombang yang di atas dari pada 4-6 meter,” ujar Guswanto.
Wilayah perairan yang harus diwaspadai untuk pelayaran karena memiliki ketinggian gelombang hingga 4 meter : Perairan Utara Sampang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Simeluh, Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Selatan, Banten, Jawa Timur, Bali, Lombok, dan Samudera Barat Lampung.
Baca Juga: Jangan Asal Kasih KTP Saja, Begini Cara Beli Gas 3 Kg Pakai KTP yang Benar
Sedangkan wilayah perairan dengan tinggi gelombang 4 – 6 meter berada di : Natuna, Laut Natuna Utara, dan Perairan Utara Kepulauan Anambas.
Di sisi lain, adanya potensi pertumbuhan awan kumulonimbus akan menganggu penerbangan dan berpotensi membahayakan.
“Untuk jalur penerbangan itu yang perlu diwaspadai adalah adanya potensi pertumbuhan awan kumulonimbus yaitu awan-awan konvertif yang tumbuh menjulang. Ini biasanya sangat mengganggu kenyamanan pesawat atau bisa membahayakan pesawat,” kata Guswanto.
Jalur penerbangan yang perlu diwaspadai : Samudera Hindia, Sumatera Utara, Bengkulu, Selat Sunda, Laut Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Selat Makasar, Laut Sulawesi, Sulawesi Selatan, Laut Sawu, Laut Banda, Teluk Cendrawasih, Samudera Pasifik Utara, dan Papua.
Itu adalah wilayah jalur penerbangan atau wilayah udara yang wajib diwaspadai yang telah disebutkan oleh Guswanto.
“Khusus untuk penerbangan ini, ini adalah wilayah udaranya yang perlu diperhatikan,” ujar Guswanto.***

Share this article
Ada beberapa wilayah di Indonesia yang ditetapkan berstatus siaga dan waspada untuk menghadapi cuaca buruk.