AYOJAKARTA.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan erupsi Gunung Semeru.
Berdasarkan keterangan Mukdas Sofian selaku petugas pos pengamat Gunung Semeru, peristiwa erupsi tersebut terjadi pada Jumat (16/15/2022), pukul 04:55 WIB.
Berdasarkan hasil pengamatannya, disebutkan tinggi kolom abu dari letusan yang teramati memiliki ketinggian kurang lebih 1000 meter di atas puncak.
Baca Juga: Kuat Ma'ruf Banjir Pujian Setelah Lakukan Hal Ini, Warganet: Dia Tulus, Polos, Rela Dikendalikan
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 16 Desember 2022, pukul 04:55 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut),” terang Mukdas Sofian.
Berdasarkan keterangan Mukdas, warna dari kolom abu atau abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru berwarna kelabu hingga coklat.
Selain itu, berdasarkan keterangan Mukda, kolom abu dari erupsi Gunung tersebut memiliki intensitas yang tebal ke arah utara.
“Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal ke arah utara,” ujar Mukdas.
Berdasarkan pantauan dari seismograf, erupsi Gunung Semeru memiliki amplitudo maksimum 20 mm dan durasi selama 100 detik.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 100 detik,” sambungnya.
Saat ini masyarakat sekitar dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan.
Tepatnya masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas di sekitar Gunung sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi
Saat ini, belum ada korban jiwa atau korban luka dari peristiwa erupsi di Gunung Semeru yang terjadi pada Jumat tadi.***

Share this article
Berdasarkan hasil pengamatannya, disebutkan tinggi kolom abu dari letusan yang teramati memiliki ketinggian kurang lebih 1000 meter di atas