AYOJAKARTA.COM - Tambang batu bara meledak pada hari Jumat, 9 Desember 2022 yang dikelola PT Nusa Alam Lestari.
Peristiwa tambang batu bara meledak ini terjadi di kota Sawahlunto, Sumatera Barat pukul 08.30 WIB.
Tambang Batu Bara meledak dilaporkan mengakibatkan banyak korban jiwa, 9 pekerja ditemukan tewas.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV, dikabarkan bahwa kedalaman Tambang Batu Bara mencapai 200 meter.
Tim SAR masih mengevakuasi tempat kejadian dan mempersiapkan alat khusus.
Setelah dievakuasi korban, 5 pekerja berhasil keluar dan selamat, sementara 10 pekerja lainnya tertimbun.
Dinyatakan, jumlah Korban jiwa yang terjadi pada peristiwa ini terdiri dari 9 orang tewas, 1 orang masih dalam pencarian, dan 5 orang selamat.
"Perlengkapan yang akan dibawa ke lokasi itu adalah perlengkapan CSR atau nanti di ruang sempit seperti SCPA kemudian alat mountenering serta alat deteksi korban," ujar Abdul Malik selaku Kepala Kantor SAR Kelas A padang.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ngaku Tak Tembak Brigadir J, Richard Eliezer: Saya Lihat!
Lokasi kejadian berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Pemilik tambang PT Alam Lestari sudah memiliki izin usaha pertambangan atas 90 hektar areal tambang sejak 2020.
"Terjadinya tambang batu bara di Sawahlunto yang meledak diperkirakan akibat dari gas metana atau hidrokarbon yang terjadi saat rekan-rekan tambang melakukan ledakan," ujar Abdul.
Ledakan yang terjadi diakibatkan adanya gas metana atau hidrokarbon disaat pekerja sedang melakukan ledakan.
Kejadian dinyatakan terlalu singkat kemudian kedalamannya yang menyulitkan untuk mengevakuasi para korban.
Dengan kisaran kedalaman lubang dari 281 meter namun para korban terjebak di kedalaman 200 meter.
Baca Juga: Merinding! Gempa Megathrust Sudah Diramalkan Jayabaya: Pulau Jawa Akan Terbelah Menjadi Dua
Dinyatakan, sebagian para korban yang meninggal dikarenakan kekurangannya oksigen.
"Karena kejadian itu singkat, jadi korban ini berkeluaran. Jadi ada beberapa titik yang mereka berhasil keluar sendiri, namun karena oksigen di sana terbatas, maka kebanyakan adalah korban meninggal karena kekurangan oksigen," jelas Abdul.
"Jadi diperkirakan korban ditemukan itu di kedalaman 200 meter," sambungnya.
Sejauh ini, tim masih melakukan evakuasi dalam lubang tambang batu bara untuk mencari satu korban yang masih dalam pencarian Tim SAR.***

Share this article
Setelah dievakuasi korban, 5 pekerja berhasil keluar dan selamat, sementara 10 pekerja lainnya tertimbun.