AYOJAKARTA.COM - Kembali hadir menjadi saksi, Kodir ART Ferdy Sambo menceritakan momen detik-detik penembakan Brigadir J di rumah Duren Tiga.
Hadir dalam persidangan pembunuhan Brigadir J pada kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice dengan terdakwa Irfan Widyanto, Kodir ART Ferdy Sambo mulai menceritakan momen mengerikan tersebut.
Kodir kembali ditanya oleh majelis hakim terkait kejadian saat penembakan Brigadir J di rumah Duren Tiga, 8 Juli 2022 lalu.
Kodir yang diketahui mendengar detik-detik penembakan Brigadir J di rumah Duren Tiga dicecar hakim untuk memberikan kesaksian secara jujur dan jelas.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Selasa (29/11/2022), Kodir mengungkapkan saat pukul 16.45 WIB tanggal 8 Juli 2022, dirinya sedang berada di luar rumah menyiram bunga.
Lalu datanglah Putri Candrawathi dan masuk ke dalam rumah.
Tak lama berselang, Ferdy Sambo beserta Adzan Romer dan sopirnya Prayogi juga datang menggunakan mobil dan masuk ke dalam rumah.
Tak luput dari cecaran, Hakim juga menanyakan ekspresi para terdakwa termasuk korban Yosua atau Brigadir J saat itu, namun Kodir mengatakan tak begitu memperhatikan.
Baca Juga: Putri Candrawathi Disebut Mudah Berhalusinasi, Kamaruddin: Kita Menduga Orang Ini Sedang Nge-Fly
Kodir mengaku berada di halaman rumah bersama Adzan Romer dan Prayogi, sopir Ferdy Sambo.
Tak lama kemudian, Kodir mengaku mendengar tembakan dari dalam rumah majikannya tersebut.
“Mendengar (suara tembakan) Yang Mulia, dari luar Yang Mulia,” ucap Kodir.
“Ada saudara mendengar teriakan?” tanya hakim.
“Hanya suara letusan Yang Mulia,” jawab Kodir.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Berbalik Arah, Tawari Pengacara Terbaik untuk Ferdy Sambo
Hakim kemudian menyakan berapa jumlah letusan yang didengar oleh Kodir saat itu.
“Ada berapa kali letusan yang saudara dengar?” tanya hakim.
“Lebih dari tiga kali,” jawab Kodir.
Kodir saat itu merasa takut sehingga tidak berani untuk mengecek ke dalam rumah.
Baca Juga: Momen Ridwan Soplanit Salahkan Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan dalam Masalah Ini?
Saat itu menurut Kodir, Adzan Romer sangat panik sehingga dirinya turut panik.
Hakim kemudian meminta Kodir mengilustrasikan kembali jumlah tembakan beserta jarak waktu sesuai yang didengarnya.
“Dor dor dor kemudian jeda, lalu bunyi lagi,” ungkap Kodir.
Jeda waktu setelah tiga tembakan pertama menurut Kodir sekitar tiga hingga empat detik.
Untuk bunyi letusan pistol yang didengar, Kodir menjelaskan bahwa suara yang didengar sama dan sangat kencang.
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Sosok Wanita Inilah yang Paling Ditakuti Oleh Ferdy Sambo dalam Persidangan
Pengakuan Kodir tersebut mendapat respons dari warganet yang melihat kesaksiannya.
“Ya Allah merinding aku,” tulis akun Asih Masudi.
Ada juga komentar warganet yang menganggap Kodir sudah mengungkapkan kejujuran karena diketahui jika Bharada E memang menembak Yosua sebanyak tiga kali, setelah itu Yosua dieksekusi terakhir dengan tembakan Ferdy Sambo.
“Terima kasih kodir sadar atau tidak sadar kamu udah jujur. Karena kamu bilang bunyi tembakan 3x di awal terus jeda dan dia tidak tau lagi ada berapa kali, mengindikasikan bahwa bener Eliezer nembak 3 kali jeda, baru ada penembak lainnya,” ungkap akun Vi.***

Share this article
Berikut ini cerita Kodir ART Ferdy Sambo terkait momen detik-detik penembakan Brigadir J di Duren Tiga.