AYOJAKARTA.COM – Setelah gempa pertama yang mengguncang Cianjur dengan kekuatan 5,6 Magnitudo, masih banyak gempa-gempa kecil susulan yang terjadi di kawasan tersebut hingga saat ini.
Deretan gempa yang masih terus terjadi tentu meresahkan masyarakat dan memicu kembali trauma gempa Cianjur yang memakan banyak korban jiwa.
BMKG akhirnya buka suara untuk menjawab kekhawatiran masyarakat yang awam pengetuan tentang gempa.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, masyarakat perlu diberi penngetahuan tentang gempa agar dapat memitigasi bencana-bencana alam yang akan terjadi setelah ini.
Diharapkan baik pemerintah maupun masyarakat otoritas setempat memiliki persiapan yang matang.
Menurut Daryono sebagai Kapus gempa dan tsunami BMKG, jika terjadi gempa besar kemudian disusul dengan rentetan gempa kecil ini memang lazim terjadi.
“Ketika terjadi deformasi karena patahan maka akan menciptakan aktivitas-aktivitas gempa seperti ini. Dan ini sebenarnya merupakan kondisi tektonik di pusat sumber gempanya itu sedang mencari keseimbangan sektor,” ujar Daryono.
Daryono menjelaskan karena adanya geseran yang terjadi dengan signifikan, maka lempengan ingin mencari posisi seimbang kembali, oleh karena itulah terasa gempa-gempa kecil susulan.
“Saat mencari posisi yang seimbang itu maka ia harus bergerak dan itulah yang terjadi gempa susulan, dan ini wajar,” kata Daryono.
Jika dilihat dari data BMKG hingga Sabtu (26/11/2022) pukul 18.00 WIB, tercatat sudah ada 265 kali gempa susulan yang rata-rata berkekuatan 2 Magnitudo.
Deretan gempa susulan berskala kecil ini sudah mengerucut, kekuatannya semakin mengecil jadi tidak perlu dikhawatirkan.
Baca Juga: Arif Rachman Arifin Jadi Saksi di Persidangan, Sebut Ferdy Sambo Punya Permintaan Ini
Perlu diketahui bahwa pada hari pertama, muncul gempa susulan sebanyak 97 kali, dan pada tanggal 26 November sudah semakin jarang yaitu hanya 13 kali. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
“Sebaiknya masyarakat tidak perlu khawatir dan berlebihan, tidak perlu terlalu berpikir gempa ini akan begini begini akan terjadi , tidak usah,” ucap Daryono.
Daryono menegaskan ketika gempa besar terjadi kemudian disusul dengan rentetan gempa kecil itu merupakan proses alam yang memang wajar terjadi.
“Pokoknya fokus kita ikuti proses alam ini dan habis gempa susulan dalam waktu setelah satu minggu atau bulan selesai,”
Informasi yang didapat dari Abdul Muhari sebagai PLT Kapusdatin BNPB, menurut data BNPB per 26 November 2022 pukul 17.00 WIB, ditemukan 318 korban jiwa, 14 orang hilang, dan 2.046 orang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Heboh! Begini Sosok Richard Eliezer di Mata Para Fansnya : Siapa sih yang Berani Nolak Pak Sambo?
Kemudian terdapat pengungsi dengan jumlah 62.545 orang dan kerusakan infrastruktur ada 56.311 unit.
Para korban gempa di pengungsian ini memiliki fasilitas seadanya bahkan ada pengungsian yang berlokasi di pemakaman. Ditambah ada korban yang terserang penyakit di pengungsian.
Menurut Abdul Muhari, adanya deretan gempabumi susulan dengan skala kecil dikabarkan tidak mengganggu BNPB maupun relawan dalam proses evakuasi korban.
“Ketika kita melakukan operasi tanggap darurat di lapangan mungkin guncangannya tidak terlalu terasa, tetapi ketika kita sudah istirahat kembali ke hotel misalkan atau tempat penginapan, biasanya itu guncangannya terasa,” ujar Abdul Muhari.***

Share this article
Gempa yang menggunjang Cianjur masih disusul dengan gempa-gempa susulan yang terjadi. Masyarakat sempat khawatir, namun BMKN beri penjelasan