AYOJAKARTA.COM - Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Richard Eliezer berjanji kepada orang tua Yosua akan berkata jujur dalam persidangan.
Richard Eliezer menyebutkan dirinya dalam penyesalan yang mendalam hingga berjanji akan membela almarhum Yosua untuk terakhir kalinya.
Dirinya juga berjanji tidak akan menutup-nutupi soal peristiwa penembakan terhadap Yosua yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.
Selain itu, Richard Eliezer mengaku siap mempertanggungjawabkan atas apa yang diperbuatnya kepada Yosua.
"Saya akan berkata jujur. Saya akan membela untuk terakhir kalinya, akan membela abang saya bang Yos terakhir kalinya," Kata Richard di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (22/11/2022).
Di samping itu, Richard Eliezer juga mengaku tidak percaya bahwa Yosua telah melecehkan Putri Candrawathi yang tidak lain adalah Istri dari Ferdy Sambo.
Dirinya lebih mempercayai bahwa apa yang disampaikan oleh terdakwa Ferdy Sambo hanyalah alibi yang digunakan untuk memerintahnya menembak Yosua.
"Karena untuk saya pribadi saya tidak mempercayai bahwa Bang Yos setega itu melakukan pelecehan. Saya tidak meyakini Bang Yos telah melakukan pelecehan," katanya.
Sebelumnya Ibu Brigadir Yosua, Rosti Simanjuntak meminta Richard Eliezer untuk berkata sejujurnya tentang apa yang terjadi dan apa yang dilakukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terhadap anaknya.
Dirinya meminta Richard Eliezer tidak menutupi kejahatan yang mereka lakukan.***

Share this article
Richard Eliezer berjanji jujur kepada keluarga Brigadir J, siap bongkar skenario yang dibuat Ferdy Sambo.