AYOJAKARTA.COM - Memasuki minggu kedua di bulan November, sejumlah berita mengenai upah minimum 2023 yang diprediksi naik 10 persen kian marak diinformasikan banyak media.
Hal tersebut disampaikan oleh Menaker Ida Fauziyah yang mengatakan jika kenaikan upah minimum 2023 diikuti karena adanya inflasi.
Namun, dengan adanya kabar peningkatan upah minimum ini rupanya tidak sepenuhnya dapat diterima baik apalagi oleh kalangan pebisnis.
Baca Juga: Resmi, Ruangguru PHK Massal Ratusan Karyawan, CEO Belva Devara : Kami Meminta Maaf!
Belva Devara selaku CEO dari Ruangguru secara terpaksa harus memberlakukan PHK massal terhadap sejumlah pekerja di perusahaannya.
Hal tersebut tentunya didasari setelah adanya kenaikan upah minimum dan perihal pembiayaan energi dengan skema Just Energy Transition Partnership (JETP).
JETP menargetkan nilai investasi US$ 20 miliar sebagai salah satu pencapaian Presidensi G20.
Baca Juga: Tips Memanfaatkan Kuota Internet Gratis Kemdikbud versi Ruangguru
Sehingga tidak sedikit perusahaan di Indonesia yang mau tidak mau harus memaksa perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kepada sejumlah karyawannya.
Salah satunya terjadi pada PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru), pendiri sekaligus CEO Adamas Belva Syah Devara secara terbuka mengumumkan keputusan untuk melakukan PHK massal melalui Instagram pribadinya.
Belva Devara juga menuliskan permintaan maafnya atas kegagalan perusahaan mengantisipasi sistuasi ekonomi yang berkembang cepat, sehingga memaksa perusahaan untuk melakukan pemutusan kerja secara massal.
Baca Juga: Badai PHK Massal di Sejumlah Perusahaan Digital, PSI Angkat Bicara
“Kemarin kami mengumumkan yang harus kami ambil. Dengan berat hati, Ruangguru harus berpisah dengan ratusan anggota tim terbaiknya melalui pemutusan hubungan kerja,” tulis Belva Devara dalam Instagram-nya @belvadevara pada Minggu (20/11/2022).
Pesan tersebut juga turut disampaikan oleh Iman Usman selaku co-founder dari Ruangguru.
Menurut Belva Devara, Ruangguru juga mengalami peningkatan permintaan yang besar pada awal pandemic Covid-19 yang membuat situasi berujung pada over recruitment dan dalam jangka waktu yang terlalu cepat, yaitu dalam dua tahun terakhir.
Adapun masalah lain yang melatarbelakangi pemutusan kerja terhadap ratusan pekerja Ruangguru ini karena situasi ekonomi global terus memburuk secara drastic, juga berada pada titik terendah dalam puluhan tahun terakhir.***
Share this article
Ruangguru terpaksa melakukan PHK massal setelah diumumkannya upah minimum 2023 akan naik maksimal 10 persen.