AYOJAKARTA.COM - Rekayasa kronologi palsu yang dibuat oleh tersangka pembunuhan Brigadir J alias Yosua yaitu Ferdy Sambo, terlihat nyaris sempurna.
Sampai akhirnya satu-persatu ajudan Ferdy Sambo yang bersaksi dalam persidangan membuka fakta bahwa semua ini sudah direncanakan.
Adanya skenario palsu berupa adegan tembak-menembak yang direncanakan oleh Ferdy Sambo menjadi bagian yang membuat kasus pembunuhan ini perlahan-lahan menjadi cerita sebenarnya yang utuh.
Baca Juga: Waduh! Ferdy Sambo Go Internasional, Sujiwo Tejo: Sering Disebut...
Lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana yang menyebabkan Yosua tewas.
Para tersangka ini adalah Irjen Ferdy Sambo sebagai pemberi perintah dan merekayasa kronologi pembunuhan.
Bharada E atau Richard Eliezer yang berperan menembak Yosua atas perintah Ferdy Sambo. Putri Candrawathi atau istri Ferdy Sambo yang berperan mengikuti arahan dari suaminya.
Baca Juga: Heboh Nama Ferdy Sambo Dijadikan Ajang Jualan Hingga Viral di Madina, Sudjiwo Tedjo Tulis Hal Ini!
Bripka RR atau Ricky Rizal dan Sopir Kuat Maruf yang ikut membantu dan juga menyaksikan eksekusi Yosua.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube metrotvnews, setelah tewasnya Yosua di TKP yaitu rumah Duren Tiga, Ferdy Sambo memberikan arahan kepada orang-orang yang berada pada TKP untuk mengikuti rekayasa kronologi yang sudah ia buat.
Hal ini dilakukan agar ketika masing-masing dari mereka diperiksa oleh pihak yang berwajib, akan menjawab pertanyaan dengan skenario yang sama.
Baca Juga: Terkuak Deretan Fakta Sidang Kasus Ferdy Sambo, Benarkah Sudah Direncanakan dengan Rapi?
Setelah penembakan kepada Yosua, Ferdy Sambo melakukan tembakan lain yang mengarah ke tembok dan jendela dengan tujuan untuk mengelabuhi, agar terkesan ada kejadian tembak-menembak sebelum Yosua tewas.
Muncul fakta bahwa Ferdy Sambo mengumpulkan para ajudan dan sopir terlebih dahulu sebelum mereka mendapat pemeriksaan.
Hal ini terungkap setelah Eliezer membuka fakta bahwa adanya skenario yang telah disiapkan. Didukung juga oleh pengakuan Ricky Rizal yang membenarkan hal ini.
Baca Juga: Drama Permintaan Maaf Ferdy Sambo antara Ajudan dan Orang Tua Brigadir J
Sebelum kejadian penembakan, Ferdy Sambo berbincang dengan ajudannya di rumah Saguling. Sambo menceritakan dugaan pelecehan seksual yang telah dilakukan Yosua kepada istrinya, Putri Candrawathi.
Lantas Ferdy Sambo ingin mengambil tindakan atas perbuatan Yosua ini dengan menembak Yosua pada saat mereka sudah berada di Duren Tiga.
Menurut Pengacara Ricky Rizal yaitu Erman Umar, Ferdy Sambo menanyakan kepada Ricky Rizal dan Eliezer apakah mereka bersedia menggantikan Ferdy Sambo untuk memberi Yosua tindakan.
“Kamu berani ngga back up saya?” ucap Erman Umar mengulang pertanyaan Ferdy Sambo pada saat itu.
Erman Umar juga menyampaikan kepada kliennya untuk selalu siap dengan keputusan hakim karena sudah tidak ada jalan mundur ketika seseorang sudah ditetapkan sebagai terdakwa.
“Karena bagaimanapun tidak ada jalan mundur kan sudah jadi terdakwa. Dihukum atau bebas atau ringan,” ucap Erman Umar.***

Share this article
Diungkap pengacara Ricky Rizal, Ferdy Sambo bertanya ke Ricky Rizal dan Richard Eliezer apakah bersedia back up dirinya untuk tembak Yosua.