AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan perkara pembunuhan Brigadir J alias Yosua dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ditunda selama sepekan.
Penundaan dikarenakan Kejaksaan Agung berencana untuk mengevaluasi sidang sebelum dilanjutkan.
Sebelumnya terdengar kabar bahwa penundaan sidang dilakukan lantaran karena alasan keamanan KTT G20 di Bali.
Baca Juga: Terpopuler! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Tak Disangka Ada Pesan Briefing...
Hal ini ditepis oleh jawaban langsung dari Kejaksaan Agung tentang alasannya.
Rencananya sidang akan digelar 14-18 November 2022. Namun karena penundaan, sidang lanjutan akan diadakan kembali pada akhir November 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yaitu pada tanggal 21-26 November 2022.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews, meskipun dari pihak korban tidak merasa dirugikan dengan penundaan ini tetapi menurut pengacara keluarga Yosua yaitu Yonathan Baskoro, sebaiknya perkara ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
Yonathan Baskoro berpendapat bahwa dengan adanya penundaan sidang ini dapat menguntungkan bagi pihak terdakwa karena mereka memiliki cukup waktu untuk menyusun strategi baru.
“Bagi tim kuasa hukum terdakwa ya itu mendapatkan sedikit angin segar karena mendapatkan waktu untuk menyusun strategi-strategi baru, menurut saya seperti itu,” ujar Yonathan.
Baik pihak keluarga maupun pengacara keluarga Yosua bertanya-tanya strategi apa lagi yang akan digunakan pihak Ferdy Sambo.
Seperti yang sudah tersebar di media bahwa pihak terdakwa baru-baru ini menggunakan strategi yang menyerang pada profil almarhum Yosua.
Mereka menyampaikan bahwa Yosua memiliki kepribadian ganda dan memiliki tabiat yang buruk.
Tentu saja ini langsung dibantah oleh pengacara dan juga keluarga Yosua. Pengacara Yosua sendiri tidak bisa menebak strategi apa lagi yang akan dikeluarkan oleh pihak terdakwa.
Menurutnya, terdakwa sudah kehabisan strategi untuk mengelak dari hukuman.
“Karena mungkin sepertinya strateginya itu sendiri sudah kehabisan menurut saya. Jadi saya juga tidak tahu mau apa lagi yang dilakukan selain memfitnah secara kejam tersebut,” kata Yonathan.
Melalui saksi-saksi dari pihak Ferdy Sambo, didapatkan informasi bahwa selain Yosua diduga memiliki kepribadian ganda juga terdapat informasi bahwa Yosua sempat meminta dicarikan perempuan karena merasa jenuh.
Baca Juga: Daden Miftahul Haq Akui Brigadir J Sebagai Kepala Rumah Tangga, Gantikan Ferdy Sambo?
Pengacara Yosua membantah dengan tegas tuduhan-tuuduhan ini. Tuduhan tentang kepribadian ganda yang dimiliki Yosua jelas tidak mungkin terjadi mengingat Yosua merupakan seorang polisi yang sudah melewati seleksi dengan ketat.
“Kalau dibilang kepribadian ganda, bagaimana bisa seorang polisi memiliki kepribadian ganda karena bagaimana itu sistem seleksi di awal masuknya sehingga bisa menjadi seorang polisi,” bantah Yonathan.
Yonathan juga membantah tuduhan tentang Yosua yang minta dicarikan wanita, Yonathan menegaskan dengan fakta Yosua akan segera menikah dengan kekasihnya untuk membantah tuduhan tersebut.
“Kemudian soal mencarikan perempuan, kadang-kadang saya juga bagaimana mereka bisa mengangkat yang tidak benar seperti itu. Karena kan almarhum ini sudah jelas akan segera menikah dengan kekasihnya,” tambah Yonathan kemudian.***

Share this article
Pengacara Brigadir J menyebut penundaan sidang Ferdy Sambo bisa menguntungkan terdakwa memiliki cukup waktu untuk menyusun strategi baru.