AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia mengenai perusahaan bahan bakar minyak (BBM) baru yang bernama VIVO.
Diketahui, masyarakat mulai sering membandingkan BBM milik VIVO dengan BBM milik Pertamina.
Di mana Pertamina merupakan salah satu perusahaan milik negara (BUMN).
Sebelumnya, nama perusahaan BBM VIVO mulai terkenal setelah pemerintah menaikkan harga BBM di seluruh Indonesia pada Sabtu (3/9/2022).
Baca Juga: Viral Relawan Puan Maharani Bertemu AHY, Tutupi Badannya dengan Selimut, Ternyata karena….
Setelah pemerintah menaikkan harga BBM, masyarakat mulai berbondong–bondong membeli BBM di VIVO karena harganya masih jauh lebih murah dibandingkan BBM milik Pertamina.
Kemudian, pemerintah dengan cepat langsung menaikkan kembali harga BBM di VIVO agar sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.
Selain mahalnya harga BBM di Pertamina, muncul banyaknya keluhan yang dirasakan oleh masyarakat mengenai borosnya BBM bersubsidi setelah naiknya harga.
Dari unggahan akun TikTok milik @erick_brebet, terlihat cabang VIVO di daerah Bandung sangat ramai dikunjungi oleh pengendara motor dan mobil yang ingin membeli BBM.
Terlihat konsumen BBM VIVO beragam, mulai dari masyarakat biasa hingga pengendara Shopee, Gojek dan Grab.
Mereka terlihat ikut mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak di VIVO.
Baca Juga: Viral Wanita Bermobil Marah-Marah hingga Lempar Uang Receh Setelah Ditegur karena Lawan Arah
Diketahui, alasan masyarakat beramai–ramai rela mengantre di VIVO dikarenakan selisih harga yang sedikit lebih murah yaitu Rp 900.
Selain itu, masyarakat juga merasakan jika bahan bakar minyak (BBM) milik VIVO dirasa jauh lebih irit, dibandingkan BBM milik Pertamina.
“Kenapa mereka kesini, tadi saya ngobrol di luar dikit, ternyata cuman beda Rp 900, tapi dia punya oktan tinggi, trus lebih irit,” ujar pemilik akun TikTok @erick_brebet.
Menurutnya, jika dibandingkan pemakaian BBM milik VIVO selama seminggu dirasa jauh lebih irit dibandingkan BBM milik Pertamina yang dirasa cepat habis atau boros.
Sedangkan menurut salah satu pengendara motor yang ikut mengantre di VIVO, ia merasa jika VIVO lebih murah dan lebih bagus.
“Lebih murah lebih bagus, harga sih beda Rp 900. Cuma kualitasnya lebih bagus,” ujar salah satu pengendara yang antre.
Baca Juga: Viral Mobil Mainan Berjenis Ferdy Sambo, Sindiran dari Warganet Untuk Kepolisian?
Pemilik akun juga menyarankan seluruh pengguna kendaraan lain untuk mulai beralih ke VIVO dan berharap agar cabang VIVO lebih banyak lagi, terutama di Bandung.
“Kasian Pertamina subsidi terus, pemerintah kasian. Udah kita beralih aja, ternyata masyarakat Bandung lebih pintar dan sayang ke motornya. Karena motor injection itu kalo oktannya rendah akan jelek,” cetus pengguna akun @erick_brebet di TikTok.
Menurutnya, banyak masyarakat Bandung yang merasa jika bahan bakar minyak (BBM) milik VIVO memiliki kualitas yang lebih bagus, harga jauh lebih murah dan irit.***

Share this article
Berikut alasan masyarakat mulai pindah dari BBM Pertamina ke BBM Vivo sejak pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM.