AYOJAKARTA.COM - Densus 88 rupanya turut turun tangan terkait dugaan penyelewengan dana bantuan ACT.
Terlebih setelah PPATK menemukan fakta-fakta mengejutkan setelah melakukan pemeriksaan dugaan penyelewengan dana bantuan ACT tersebut.
Simak ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini aksi Densus 88 yang akan mengusut dugaan penyelewengan dana bantuan ACT.
Baca Juga: 6 Temuan PPATK Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan ACT
Sebagaimana diketahui, PPATK menemukan dugaan transaksi keuangan secara individu dari salah satu karyawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke penerima yang diduga berafiliasi dengan Al-Qaeda.
Mengetahui hal itu, Densus 88 Antiteror Polri mengatakan pihaknya intensif mendalami transaksi tersebut.
"Densus 88 secara intensif sedang bekerja mendalami transaksi-transaksi tersebut," ujar Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar.
Baca Juga: PPATK Blokir 60 Rekening Milik ACT
Aswin lantas menyebut bahwa PPATK telah mengirimkan data transaksi mencurigakan yang diduga terindikasi pendanaan terorisme. Pasalnya, aliran dana itu dilakukan ke beberapa negara beresiko tinggi.
Namun Aswin mengatakan hal ini masih bersifat penyampaian informasi.
Sehingga pihaknya perlu melakukan verifikasi lebih lanjut untuk mengusut kasus ini.
"Data yang dikirim oleh PPATK bersifat penyampaian informasi kepada stakeholder terkait untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut," ujar Aswin.
Sebelumnya, PPATK menemukan adanya dugaan transaksi keuangan secara individu dari karyawan Yayasan ACT ke penerima yang diduga berafiliasi dengan organisasi terorisme yakni Al-Qaeda.
Bahkan, si penerima dana pernah ditangkap oleh kepolisian Turki.
Baca Juga: Viral ACT, Yayasan Aksi Cepat Tanggap Tentang Penggelapan Dana Umat, Cek Faktanya Berikut!
"Beberapa nama yang PPATK kaji, berdasarkan hasil koordinasi dan hasil kajian dari database yang PPATK miliki itu ada yang terkait dengan pihak yang... ini masih diduga ya, patut diduga terindikasi. Dia yang bersangkutan pernah ditangkap menjadi salah satu dari 19 orang yang ditangkap oleh kepolisian di Turki karena terkait dengan Al-Qaeda, penerimanya," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).
Hingga kini PPATK pun masih terus mendalami temuannya itu.
ACT angkat bicara
Baca Juga: Kronologi dan Alasan Awal Mula Tagar Jangan Percaya ACT Trending di Twitter, Simak Faktanya di Sini
Presiden ACT Ibnu Khajar angkat bicara soal temuan PPATK. Namun Ibnu enggan menjawabnya.
"Bagaimana dengan catatan PPATK? Sementara saya tidak ingin menjawab dulu di sini," ucap Ibnu dalam konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta, Rabu (6/7/2022).
ACT lantas langsung membahas soal temuan PPATK terkait transfer ke orang terkait Al-Qaeda. Ibnu mengatakan pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu terkait temuan itu.
"Kami juga sedang lihat, kami tidak akan lihat sekarang, karena pasca tadi siang kami juga ikuti kami perlu waktu untuk melihat siapa kira-kira yang dimaksudkan, apa kita belum paham sama sekali, daripada saya salah menjelaskan, saya juga belum detail, biarkan kami sebentar untuk merenung, melihat kembali," cetus Ibnu.***

Share this article
Densus 88 disebut tengah mengusut temuan PPATK soal karyawan ACT yang melakukan transaksi individu dengan Al-Qaeda diduga terkait terorisme.