AYOJAKARTA.COM – Penangkapan terhadap Ivan Sugianto yang diduga merupakan pelaku persekusi terhadap seorang siswa di Surabaya, mendapat apresiasi dari keluarga korban.
Melalui Reifon Cristabella selaku kuasa hukum, pihak keluarga korban berharap pihak kepolisian dapat secara serius melakukan penanganan terhadap Ivan Sugianto.
Sebelumnya pada 21 Oktober 2024 lalu, Ivan Sugianto bersama sejumlah orang mendatangi dan meminta korban untuk bersujud sambil menggonggong.
Baca Juga: 5 HP Murah dan Awet untuk Jangka Waktu 5 Tahun, Budget Dijamin Bikin Aman dan Hemat di Kantong
Akibat peristiwa persekusi yang dilakukan Ivan tersebut, Reifon menyebut korban perlu menjalani pemeriksaan psikis karena mengalami trauma mendalam.
“Kejadian yang menimpa mereka di tanggal 21 Oktober 2024 meninggalkan trauma yang mendalam,” jelasnya.
Lebih lanjut Reifon berharap agar penanganan tindak dugaan persekusi dan premanisme yang dilakukan Ivan dapat dilakukan secara serius.
Selain untuk memastikan, keseriusan pihak kepolisian dalam menangani perkara juga bertujuan agar tercapainya kemanfaatan serta penegakan hukum.
Akibat peristiwa yang sempat menghebohkan jagat maya tersebut, Ivan terancam dengan Pasal 335 KUHP Ayat 1 Butir 1 dengan ancaman tiga tahun.
Selain itu, Ivan juga dapat dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Karena ancaman pidana yang diberlakukan kepada Ivan kurang dari lima tahun dan berpotensi untuk bebas, kuasa hukum berharap agar Pasal yang dikenakan bisa lebih berat.
Buntut dari penangkapan tersebut, jagat maya di platform X kini tengah dihebohkan dengan adanya unggahan video dari siswa berinisial E yang merupakan anak dari Ivan.
Dalam video unggahan tersebut, E melalui surat terbuka menyampaikan rasa penyesalan karena telah membuat amarah ayahnya terpicu sehingga berujung di dalam tahanan.
Selain mengakui kesalahan, E juga berharap agar waktu bisa diputar ulang untuk bisa mencegah Ivan masuk ke dalam tahanan.
“Gara-gara aku malah papa yang kena masalah, kalau waktu bisa diputar aku pasti tidak bilang ke papa kalau aku dibully,” ungkap E.
Melalui surat terbuka, E juga menyesal karena aduannya kepada Ivan sudah membuat keluarganya berjarak dan terpaksa menerima hujatan warganet se Indonesia.
E juga mengaku tidak lagi punya cukup keberanian untuk keluar rumah karena mendapat ejekan pudel.
Menyikapi surat terbuka yang ditulis E pada Senin, 18 November 2024 tersebut, warganet banyak memberikan beragam tanggapan.
Selain mempersoalkan corak tulisan E yang dinilai kurang jelas terbaca atau menyindir pekerjaan Ivan sebagai Tukang Service HP, warganet juga menduga maksud surat terbuka.
“Cuma takut miskin aja sih sebenernya,” tulis warganet pemilik akun @*anganzalimy* pada kolom komentar. ***

Share this article
E melalui surat terbuka menyampaikan rasa penyesalan karena telah membuat amarah ayahnya terpicu sehingga berujung di dalam tahanan.