AYOJAKARTA.COM — Website resmi NTMC Polri (ntmcpolri.info) yang biasa digunakan sebagai sumber informasi lalu lintas di Indonesia, diduga mengalami peretasan (hack).
Pada Rabu, 13 November 2024 sekitar pukul 10.25 WIB, AyoJakarta.com yang mengakses situs tersebut menemukan tampilan yang tidak lazim, yaitu adanya promosi judi online.
Biasanya, situs ini menampilkan informasi mengenai kondisi lalu lintas, kecelakaan, serta berbagai imbauan keselamatan berkendara.
Namun, ketika halaman website diakses pada Rabu pagi, tampilannya berubah dan menampilkan konten yang tidak sesuai, berupa iklan-iklan perjudian online.
Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengungkap penyebab aplikasi pemerintah rentan kena retas judi online (judol).
Hinsa Siburian mengatakan bahwa aplikasi-aplikasi pemerintah rentan disusupi sindikat judi online karena sistem keamanannya yang lemah.
“Aplikasi-aplikasi pemerintah itu sistem pemerintah itu banyak yang disusupi karena lemah,” ungkap Hinsa Siburian yang dikutip dari kanal YouTube METRO TV pada Jumat, 8 November 2024.
Menurutnya, aplikasi sistem pemerintah banyak yang disusupi atau diretas oleh pemain judi online karena lemah dan tidak memenuhi standar yang berlaku.
“Standar-standar yang ditentukan tidak dilaksanakan sehingga sistem judi online mudah menyisipkan di aplikasi pemerintah itu,” jelasnya.
Banyak instansi pemerintahan Indonesia yang tidak memiliki sistem keamanan yang memadai, yang membuat celah peretasan bagi pelaku judol.
Penyebab dari kerentanan peretasan aplikasi pemerintah oleh judi online, kata dia, kemungkinan bisa saja karena kurangnya pemahaman tentang keamanan siber di kalangan sumber daya manusia (SDM) di instansi pemerintah.***
Share this article
Website resmi NTMC Polri (ntmcpolri.info) yang biasa digunakan sebagai sumber informasi lalu lintas di Indonesia, diduga mengalami hack.