AYOJAKARTA.COM - Informasi seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi andalan pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Badan Gizi Nasional (BGN) diktahui akan memberikan program MBG kepada lansia, pemulung, anak jalanan hingga masyarakat dengan kategori miskin.
Pernyataan ini disampaikan oleh Nanik Sudaryati Deyang selaku Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik.
Baca Juga: Bocoran UMP DKI Jakarta 2026, Pramono Sebut akan Dibahas Pekan Ini
Nanik menyebutkan bahwa kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 115 tahun 2025berkaitan tentang perluasan penerima MBG.
Tak sampai disitu, program MBG akan diperluas hingga ke tenaga pendidik negeri maupun swasta.
"Beliau bahkan menginginkan agar semua orang miskin, disabilitas, para lansia, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, anak pemuling semua menajdi penerima MBG," pungkas Nanik dalam keterangan resminya dikutip ayojakarta.com pada Senin,8 Desember 2025.
Program MBG
Hadirnya program MBG sendiri di tahun 2025 banyak mengundang kontroversial, terlebih banyaknya kasus keracunan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Meski menjadi program paling besar APBN bahkan mencapai Rp71 triliun.
Namun, program MBG terbilang penuh dengan kekurangan.
Kasus keracunan menurut data BGN sendiri hingga September 2025 mencapai 5.914 orang di berbagai daerah.
BGN diketahui berupaya dengan melakukan berbagai regulasi seperti memperbanyak SPPG hingga mewajibkan sertifikasi. ***
Share this article
Badan Gizi Nasional (BGN) diktahui akan memberikan program MBG kepada lansia, pemulung, anak jalanan hingga masyarakat dengan kategori miskin.