AYOJAKARTA.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati yang melimpah.
Di antara ribuan jenis tanaman yang tumbuh liar di hutan Indonesia, ada tanaman yang dilirik karena potensinya sebagai bahan bakar nabati atau BBN.
Bukan jerami atau tebu, tanaman yang dimaksud adalah nyamplung (Calophyllum inophyllum).
Tanaman ini adalah spesies asli Indonesia yang bisa dijadikan sebagai sumber bioenergi potensial dari hutan.
Baca Juga: Gugatan Merokok saat Berkendara Kena Sanksi Kerja Sosial Ditolak MK!
Bahkan, inovasi ini sudah dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
BRIN saat ini mengembangkan inovasi pemanfaatan biomassa hutan sebagai sumber BBN atau biofuel guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Riset yang sudah dilakukan yakni mencakup perbenihan, teknik silvikultur intensif dan pemuliaan pohon untuk peningkatan produktivitas biji, serta peningkatan rendemen minyak dan teknologi pengolahan crude oil menjadi biofuel.
Hal ini dilakukan agar memenuhi standar teknis dan keekonomian sebagai alternatif BBM.
Dikatakan oleh Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Budi Leksono, minyak nyamplung atau Tamanu crude Oil (TCO) berpotensi untuk diproses menjadi bahan baku biofuel atau bakar ramah lingkungan.
Bahan bakar yang bisa dihasilkan seperti biokerosin, biodiesel, dan bioavtur/sustainable aviation fuel (SAF).
Kendati demikian, Budi mengatakan bahwa pendekatan ini tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi hutan.
Tapi untuk mengoptimalkan biomassa dari sistem pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis sains.
Baca Juga: Sesuai Aturan Baru dari Pramono, Lapangan Padel di Kembangan Disegel karena Tidak Memiliki PBG
Selain berpotensi tinggi sebagai bahan baku biofuel non-pangan (non-edible oil) tanaman nyamplung seperti cangkang buah, bungkil biji, resin/gum, gliserol bisa dimanfaatkan untuk produk bernilai ekonomi tinggi.
Mulai dari arang aktif dan pelet dengan nilai kalor yang tinggi, pakan ternak dengan portein tinggi, biofarmaka (obat dan kosmetik herbal), hingga sabun herbal.
BRIN pun beharap agar hasil riset ini tidak berhenti pada skala laboratorium, tapi juga dapat terhubung dengan kebijakan dan kebutuhan industri.***
Share this article
Di antara ribuan jenis tanaman yang tumbuh liar di hutan Indonesia, ada tanaman yang dilirik karena potensinya sebagai bahan bakar nabati atau BBN.