AYOJAKARTA.COM - Kabupaten Bandung diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,9 pada pukul 09.41 WIB pagi ini.
Gempa tersebut terjadi dengan episentrum di darat, tepatnya 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan data dari BMKG, gempa ini tergolong gempa dangkal atau shallow crustal earthquake.
Guncangan dari gempa ini dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah sekitar Kabupaten Bandung. Intensitas gempa dirasakan paling tinggi di Majalaya dengan skala III-IV MMI.
Sementara di Banjaran, guncangan terasa dengan intensitas III MMI, dan di Lembang, Parongpong, Bandung Barat, Baleendah, serta Garut, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI.
Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, terutama di wilayah Kabupaten Bandung yang merasakan guncangan paling kuat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.
Tim penyelamat dan dinas terkait tengah melakukan pendataan lebih lanjut untuk menilai tingkat kerusakan di wilayah terdampak.
Dikutip dari akun X @DaryonoBMKG, menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Garsela, yang berada di kawasan selatan Jawa Barat.
Analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki karakteristik pergerakan geser turun atau oblique normal, sebuah jenis pergerakan yang umum terjadi pada sesar-sesar lokal di Indonesia.
Namun, masyarakat sempat mempertanyakan apakah gempa ini terkait dengan ancaman gempa megathrust yang sering diperbincangkan belakangan ini.
Terkait hal tersebut, dipastikan bahwa gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung pagi ini tidak ada kaitannya dengan potensi gempa megathrust.
Alasannya sumber gempa megathrust berada di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut atau berada di tengah laut.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti informasi resmi terkait potensi gempa susulan. Kabupaten Bandung, yang terletak di jalur seismik aktif, seringkali mengalami gempa akibat pergerakan sesar lokal.
BMKG juga akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat jika terjadi gempa susulan atau tanda-tanda aktivitas geologis lainnya.***

Share this article
Kabupaten Bandung diguncang gempa, apakah ada kaitannya dengan megathrust? Ini penjelasan dari BMKG.