AYOJAKARTA.COM -- Di tengah kewaspadaan masyarakat akan potensi gempa Megathrust, warga Bandung dan sekitarnya dikejutkan dengan munculnya fenomena gempa.
Meski bukan merupakan Megathrust yang kini diwaspadai, namun gempa dengan Magnitudo 5 tersebut membuat sejumlah bangunan hancur dan rusak.
Selain berdampak rusaknya sejumlah bangunan, fenomena gempa bumi non Megathrust juga berimbas pada kelancaran transportasi.
Baca Juga: Gempa Kabupaten Bandung, Apakah Pertanda Gempa di Zona Megathrust Semakin Mendekat? Ini Kata BMKG
Sebelumnya, pada Rabu, 19 September 2024 sekitar pukul 09.00 WIB, gempa Magnitudo 5 sempat membuat warga di Kertasari dan Pengalengan terpaksa menjauhi rumah untuk menghindari dampak.
Bukan saja membuat dinding rumah mengalami retak, dampak gempa juga membuat atap bangunan sekolah Muhammadiyah rusak.
Guncangan gempa tektonik di Bandung pada Rabu, 18 September 2024 juga membuat atap bangunan Masjid di wilayah Neglasari ikut terdampak.
Baca Juga: Perjalanan Whoosh Dibatalkan Akibat Gempa Bandung, Uang Tiket Bisa Kembali?
Menurut Firga Liabrian selaku Koordinator Data BMKG, gempa tektonik yang mengguncang wilayah Bandung terjadi akibat adanya aktivitas di Cesar Gasela atau Garut Selatan.
“Gempa disebabkan oleh aktivitas Cesar Gasela dengan mekanisme pergerakan oblik normal, melewati Kabupaten Garut dan Bandung,” jelasnya.
Selain membuat bangunan rumah dan sekolah serta masjid mengalami kerusakan, gempa juga membuat perjalanan kereta cepat Whoosh.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Kabupaten Bandung, Apakah Terkait Megathrust?
Sebagai bentuk antisipasi, sebanyak 14 jadwal keberangkatan kereta cepat Whoosh harus mengalami penundaan keberangkatan.
Demi memastikan kenyamanan seluruh penumpang, pengguna Whoosh juga diminta untuk melakukan pengembalian tiket dengan 100 persen nominal penggantian.
Selain menunda jadwal keberangkatan, PT KCIC selaku penyedia jasa kereta cepat Whoosh juga melakukan pemeriksaan di seluruh lintasan.
Dengan menggunakan Rel Car, seluruh area lintasan kereta cepat Whoosh terus dilakukan pemeriksaan guna memastikan tidak ada potensi hambatan.
Baca Juga: Waspada, BMKG catat 14 Gempa Melanda selama Kurun Waktu belum Setengah Hari
Pernyataan terkait adanya pembatalan kereta cepat Halim-Bandung dan rute sebaliknya juga diungkap oleh GM Corporate Secretary PT KCIC.
Menurut Eva Chairunisa, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaaan di sepanjang lintasan kereta cepat dan waktu pengembalian tiket hingga 1X24 jam.
“Jalur kereta ini juga lewat perbukitan, kta khawatir ada longsoran ataupun sejumlah kondisi lainnya yang bisa berdampak ke jalur kereta cepat,” jelas Eva.
Baca Juga: Ancaman Gempa Megathrust Masih Jadi Potensi, Ini Indikasi yang Perlu Diketahui Masyarakat
Lebih lanjut Eva menyebut saat terjadi gempa, seluruh unit kereta cepat sedang berada di stasiun sehingga seluruh penumpang dipastikan dalam keadaan aman.
Pemeriksaan jalur kereta cepat, menurut Eva lebih dimaksudkan untuk memastikan kondisi eksternal di sepanjang lintasan kereta cepat yang menjadi bagian dari SOP.
“Kalau secara konstruksi, untuk jalur kereta Whoosh ini dapat tahan hingga 8 Skala Richter, dan sistem pendeteksi kami mencatat terjadi hingga Karawang,” pungkasnya.***

Share this article
Di tengah kewaspadaan masyarakat akan potensi gempa Megathrust, warga Bandung dan sekitarnya dikejutkan dengan munculnya fenomena gempa.