AYOJAKARTA.COM - Surya Paloh yang merupakan Ketua Umum Partai NasDem memastikan tidak akan mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.
Surya Paloh menyatakan Partai NasDem memposisikan diri berada di pemerintahan dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju atau KIM.
Hal ini dia sampaikan terkait dengan masa depan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.
Baca Juga: Ini Dia Formasi Prioritas dalam Seleksi CASN 2024, Kamu Termasuk Gak Nih?
Surya Paloh mengatakan peluang Anies untuk maju ke Pilgub Jakarta 2024 akan sulit.
"Barangkali kalian sudah tahu situasinya yang ada, ya kan? Barangkali sulit bagi beliau untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta," jelas Surya Paloh di Istana Negara, dikutip kanal YouTube Kompas TV.
Penegasan Surya Paloh untuk tidak mendukung Anies kembali dia utarakan usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Jelas itu saya sudah beritahukan kepada Pak Anies ini bukan momen Anda untuk maju di Pilkada Jakarta raya, kita cari momentum yang lebih tepat ke depan," jelas Surya Paloh.
Keputusan Surya Paloh untuk tidak mendukung Anies ini tidak terlepas dari sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengirimkan sinyal akan bergabung dengan KIM.
Padahal sebelumnya, PKS secara deklaratif menyatakan dukungannya kepada Anies dengan menyodorkan Sohibul Iman sebagai wakilnya.
PKS sendiri punya modal kuat untuk mencalonkan seseorang maju di pilgub Jakarta karena memiliki 18 kursi.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Buktikan Kejelian Matamu dengan Mencari Gambar yang Berbeda, Waktumu Hanya 5 Detik!
Namun di tengah perjalanan atau sekitar setelah 40 hari, PKS tiba-tiba mencabut dukungannya. Sikap PKS ini menyebabkan pendukung Anies kecewa sehingga muncul tagar "Bye PKS" di X beberapa pekan lalu.
Setelah ditinggalkan NasDem dan PKS, kini nasib Anies benar-benar diujung tanduk mengingat masa pendaftaran calon yang tinggal sebentar lagi.
Seperti jadwal yang dirilis KPU, masa pendaftaran pasangan calon akan dibuka mulai 27 Agustus 2024 hingga 29 Agustus 2024.
Selain Anies yang terancam tidak bisa maju, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun belum memiliki calon untuk dijagokan.
Dalam rapat internal beberapa hari lalu, PDIP tidak menyebut siapa nama yang akan dijagokan di Pilgub Jakarta.
Dengan kondisi ini ada wacana yang menyatakan kemungkinan PDIP akan mengusung Anies, meski hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dia mengatakan PDIP selalu mengutamakan kader internal, namun semuanya ini akan bergantung pada keputusan Ketua Umum Megawati.***
Share this article
Surya Paloh menyatakan Partai NasDem memposisikan diri berada di pemerintahan dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju atau KIM.