AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini publik dikejutkan dengan kabar bahwa 4,7 juta data Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bocor.
Data tersebut berasa dari Satu Data Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Tidak hanya bocor, 4,7 juta data PNS dan PPPK itu juga dijual oleh sang hacker di sebuah forum hacker bernama Breach Forums.
Data tersebut dijual oleh hacker sebesar US$ 10 ribu atau hampir senilai Rp 159 juta.
Mengenai hal ini, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN Vino Dita Tama mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi.
“Sedang dilakukan investigasi,” kata Vino dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Senin (12/8/2024).
Meski sedang dilakukan penanganan, Vino belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait investigasi tersebut.
Belum diketahui apakah peristiwa tersebut apakah membawa dampak terhadap kementerian atau lembaga.
Selain itu, tidak diketahui juga apakah kejadian ini berpengaruh pada proses seleksi CASN atau tidak.
Baca Juga: 5 Ide Usaha Rumahan Modal Rp 50 Ribu yang Dapat Untung Berkali Lipat
Mengingat pemerintah berencana untuk membuka seleksi CASN pada bulan Agustus.
Untuk diketahui, dugaan kebocoran data ASN sempat diunggah oleh salah satu platform keamanan cyber FalconFeeds.io di media sosial X pada 10 Agustus lalu.
Dalam unggahan tersebut, seorang pelaku mengaku telah menjual database yang berisi informasi pribadi para ASN.
“Peringatan pelanggaran data. Pelaku mengaku menjual database dari https://satudataasn.bkn.go.id yang berisi informasi pribadi 4,7 juta PNS dan PPPK di seluruh provinsi,” tulis akun @FaclonFeedsio.***
Share this article
BKN saat ini telah melakukan investigasi terkait 4,7 juta data ASN yang bocor hingga dijual oleh hacker ratusan juta.