AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia sedang mempercepat program transisi energi di sektor transportasi.
Target utamanya adalah penerapan mandatori bensin E5 secara menyeluruh pada akhir tahun 2026.
Bensin E5 merupakan campuran bensin non-subsidi dengan bioetanol sebesar 5 persen.
Setelah tahap E5, pemerintah berencana meningkatkan campuran menjadi E10 pada awal 2027 dan mencapai E20 pada Januari 2028.
Langkah besar ini bertujuan untuk menciptakan energi yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
Penggunaan bioetanol memberikan keuntungan nyata bagi performa mesin kendaraan.
Campuran etanol mampu meningkatkan angka oktan pada bahan bakar. Angka oktan yang lebih tinggi membantu proses pembakaran di dalam ruang mesin menjadi lebih sempurna.
Hal ini efektif untuk mengurangi gejala knocking atau mesin mengelitik. Mobil-mobil modern, terutama keluaran tahun 2000 ke atas, umumnya sudah dirancang untuk kompatibel dengan bensin beretanol.
Namun, ada hal penting yang wajib dipahami pemilik kendaraan mengenai sifat bioetanol.
Bioetanol memiliki sifat higroskopis. Artinya, bahan bakar ini sangat mudah menyerap uap air dari udara bebas.
Jika bahan bakar dibiarkan terlalu lama, kandungan air di dalam tangki bisa meningkat.
Akumulasi air inilah yang berpotensi memicu korosi atau karat pada komponen sistem bahan bakar.
Risiko kerusakan akibat sifat higroskopis ini lebih tinggi pada kendaraan yang jarang digunakan.
Bensin yang mengendap terlalu lama di dalam tangki akan terus menarik kelembapan dari udara sekitar.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari membiarkan kendaraan terparkir terlalu lama di garasi tanpa pemakaian rutin.
Penggunaan kendaraan secara berkala membantu sirkulasi bahan bakar tetap terjaga dengan baik.
Ada tips sederhana untuk meminimalkan risiko masuknya air ke dalam tangki bensin.
Pemilik kendaraan disarankan untuk selalu menjaga volume bahan bakar dalam kondisi cukup penuh.
Saat tangki bensin terisi penuh, ruang kosong di dalamnya menjadi sangat sedikit.
Hal ini sangat efektif untuk mengurangi proses kondensasi atau pengembunan uap air di dalam tangki.
Semakin sedikit udara di dalam tangki, semakin kecil peluang air bercampur dengan bahan bakar.
Selain perawatan mandiri, pastikan komponen kendaraan selalu dalam kondisi prima.
Jika memerlukan penggantian suku cadang seperti selang bensin atau fuel pump, gunakanlah komponen yang sesuai spesifikasi pabrikan.
Sangat disarankan untuk melakukan perawatan di bengkel resmi guna menjamin kualitas suku cadang.
Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam menyediakan pasokan bioetanol nasional.
Saat ini, produksi domestik baru mencapai 0,5 juta kiloliter per tahun, sedangkan kebutuhan untuk mandatori E5 diproyeksikan mencapai 2 juta kiloliter per tahun.***
Share this article
Mandatori bensin E5 akhir 2026 tingkatkan oktan dan kurangi emisi. Namun, sifat higroskopisnya bisa picu korosi jika mobil jarang dipakai. Antisipasi dengan menjaga tangki tetap penuh bensin.