AYOJAKARTA.COM - Peretasan kembali terjadi di salah satu lembaga pemerintah di Indonesia.
Kali ini data Badan Kepegawaian Negara (BKN) diduga telah diretas oleh seorang hacker dan dijual di pasar gelap. Data tersebut berasal dari Satuan Data ASN yang dikelola oleh BKN.
Berdasarkan postingan yang diunggah di aplikasi X oleh akun keamanan siber yaitu Falcon Feeds, mengatakan bahwa sebanyak 4.759.218 data ASN telah dijual oleh pelaku.
Adapun data ASN tersebut yaitu milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh provinsi.
"Seorang pelaku ancaman mengaku menjual database milik Satu Data ASN (satudataasn.bkn.go.id) yang memuat informasi pribadi 4.759.218 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh provinsi," tulis unggahan akun X @FalconFeedsio.
Informasi yang bocor ini meliputi data sensitif yang sangat berharga seperti identitas pribadi, alamat, nomor telepon hingga informasi milik PNS dan PPPK di seluruh provinsi.
Kebocoran data ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Di bulan Juni lalu terjadi hal serupa yang menimpa Pusat Data Nasional hingga mengakibatkan gangguan akibat serangan siber.
Data-data yang ada di PDN berhasil dibekukan oleh peretas dan tidak bisa diakses oleh pengguna.
Dalam kasus kebocoran data yang menimpa PDN tersebut, peretas meminta tebusan senilai Rp 131 miliar untuk memulihkan data kembali.
Namun, saat ini Kemenpan RB menyatakan bahwa peretasan data PDN tersebut tidak memberikan dampak pada data ASN karena telah memiliki salinan data.***
Share this article
Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) diduga telah diretas oleh seorang hacker dan dijual di pasar gelap.