AYOJAKARTA.COM - Herawaty Manurung (51) menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan intensif selama sebelas hari.
Herawaty Manurung meninggal dunia menyusul suami dan lima anaknya yang tewas karena tertabrak kereta api (KA) pada 21 Juli lalu.
Herawaty Manurung dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (1/8/2024).
Meninggalnya sang ibunda, Herawaty Manurung tentu menambah luka pahit bagi si bungsu, Setya Manullang.
Setya Manullang diketahui masih duduk di bangku SMP namun harus kehilangan semua anggota keluarganya.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.real, Setya Manullang tampak menangis histeris disamping peti sang ibunda.
“Tangisan Boru Pudan (Anak bungsu) yang tinggal seorang diri tanpa ayah, ibu, kakak dan abang,” isi tulisan dalam video tersebut.
Setya tampak memakai baju berwarna krem dan celana coklat bermotif kotak tampak menangis histeris.
Kerabat dekatnya itu pun tampak mencoba menenangkan Setya.
Di video yang berbeda, si bungsu tampak duduk disamping peti sang ibunda sambil memandanginya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Bunga Mana yang Kamu Suka? Yuk Bongkar Karakter dan Sifat Asli Kamu Selama Ini
Diketahui, Herawaty merupakan salah satu korban kecelakaan antara mobil Toyota Rush vs kereta api, di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.
Herawaty sempay kritis dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Sedangkan suami dan ke lima anak lainnya yang juga korban dari kecelakaan maut tersebut telah lebih dulu meninggal dunia.
Kisah pilu Setya pun tentu menuai banyak respons dari warganet, tak sedikit dari mereka yang ikut merasa kepedihan Setya.
“Sakit hatiku, semoga km dikuatkan dan ditabahkan yah dek,” kata @monicxxx.
“Kasian banget ya Allah, ujiannya berat kali sakit kali liatnya semoga kamu disayang sama banyak orang ya,” kata @adelxxx.***

Share this article
Herawaty Manurung (51) menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan intensif selama sebelas hari.