AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Vina Cirebon bersama kekasihnya Eky masih terus menuai banyak polemik dan sorotan dari berbagai pihak seperti salah satunya mantan Menkopolhukam Mahfud MD.
Mahfud MD akhirnya ikut buka suara soal bagaimana penanganan hukum dalam kasus Vina Cirebon yang saat ini sangat viral dan menjadi pusat perhatian masyarakat.
Seperti yang kita ketahui bahwa kasus pembunuhan Vina Cirebon ini memang cukup menyeret banyak pihak-pihak selain kepolisian.
Bahkan nama beberapa pejabat baik negara atau daerah pun masuk ke dalam lingkaran teka-teki kasus pembunuhan dan penganiayaan tersebut.
Bahkan banyak kesaksian dati terpidana kasus tersebut yang telah bebas menyebut jika mereka tidak bersalah namun harus rela dihukum karena paksaan aparat penegak hukum.
Tentu ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang mengikuti jalannya kasus ini apakah memang benar hukum di kasus Vina Cirebon ini merupakan rekayasa belaka.
Kejanggalan ini pun ikut disuarakan oleh Mahfud MD yang memberikan komentar soal bagaimana penegakkan hukum di Indonesia.
Menurut Mahfud sebagai mantan Menkopolhukam yang menangani berbagai kasus selama ini, menilai bahwa hukum di Indonesia memang sering dipermainkan.
Apalagi jika hukum tersebut sudah menyangkut pejabat atau terkait dengan uang.
"Hukum kita itu sering dimain-mainkan ya. Saya tidak ingin katakan bahwa selalu dimain-mainkan tapi sangat sering dimain-mainkan kalau sudah menyangkut pejabat atau mungkin menyangkut duit," kata Mahfud seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube miliknya Mahfud MD Official, Rabu (12/6/2024).
Mahfud juga mengatakan bahwa beberapa kasus yang dimain-mainkan tersebut merupakan bagian dari sebuah penyimpangan.
Mahfud sendiri mengaku tidak begitu mengikuti kasus ini dulu di tahun 2016, namun melihat konstruksi hukumnya saat ini, hal itu dinilai janggal.
"Saya tidak tahu persis kasus Vina tapi kosntruksinya kaya begini dulu ada tersangka 10 atau 11 orang diajukan ke pengadilan. Itu berita acaranya kan ada 11 orang diajukan, yang tiga lari yang delapan sudah dihukum," ujarnya.
"Nah sesudah muncul (film) Vina Sebelum 7 Hari lalu kasus itu muncul lagi. Dulu lari kemana orang (3 DPO) itu? Itu kan resmi buron namanya A B C D, nah ini baru muncul. Jadi saya berpikir ini bukan sekedar unprofesional tetapi menurut saya memang ada permainan profesional," lanjutnya.
Bahkan Mahfud juga menyatakan bahwa seolah-olah di kasus ini ada permainan untuk melindungi seseorang atau mendapat bayaran dari seseorang untuk mengaburkan kasus tersebut.
Mahfud mengaku sangat heran mengapa tiga dari 11 pelaku yang dulu lari tidak segera ditemukan dan dihukum.
Padahal pada delapan tersangka lainnya, mereka mendapat hukuman yang cukup panjang bahkan ada yang harus menerima seumur hidup.
"Yang tiga ini dilupakan sampai delapan tahun muncul lagi. Baru muncul di film baru orang kaget lagi lalu dibuka lagi," kata Mahfud.
"Konyolnya lagi dulu ada diberita acara resmi diumumkan tiga buron, sekarang sudah mulai ketahuan ada dua masalah, Pegi ditangkap sementara muncul kesaksian bahwa orang itu bukan dan Peginya sendiri gak tahu pegi yang ditangkap, apakah pegi yang sekarang ditangkap buka kambing hitam?!" tegasnya lagi.
Kasus Vina Cirebon ini sendiri memang kembali viral dan menjadi sorotan usai dijadikan sebuah film oleh salah satu rumah produksi.
Polisi pun akhirnya membuka kembali kasus ini dan kini masih terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut.***

Share this article
Mahfud MD akhirnya buka suara soal kasus pembunuhan Vina Cirebon, sebut ada yang sedang dilindungi, siapa?