4 Kesalahan Fresh Graduate Ketika Pertama Kali Dapat Kerja

Ilustrasi fresh graduate.
Ilustrasi fresh graduate.

AYOJAKARTA.COM – Memasuki dunia kerja merupakan momen yang sangat dinanti oleh para fresh graduate.

Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu dan menimba pengalaman melalui magang atau pekerjaan paruh waktu, akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan penuh waktu yang sesuai dengan keahlian dan minat mereka.

Namun, seringkali euforia mendapatkan pekerjaan pertama ini membuat mereka lengah dan melakukan kesalahan-kesalahan yang dapat berdampak negatif pada keuangan mereka di masa depan.

Berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan fresh graduate ketika pertama kali mendapatkan pekerjaan, serta tips untuk menghindarinya.

Baca Juga: Fresh Graduate Merapat ! Ini 5 Panduan untuk Mendaftar Seleksi CPNS Tahun 2024

1. Inflasi Gaya Hidup

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh fresh graduate adalah terjebak dalam inflasi gaya hidup.

Ketika pendapatan meningkat, mereka cenderung meningkatkan pengeluaran untuk hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak perlu.

Contohnya, mereka mungkin mulai sering makan di restoran mahal, membeli gadget terbaru, atau membeli pakaian bermerek.

Inflasi gaya hidup ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk menabung dan berinvestasi.

Meskipun peningkatan pendapatan memang seharusnya diiringi dengan peningkatan kualitas hidup, namun sebaiknya tetap dilakukan secara bijak.

Menjaga pengeluaran tetap terkendali adalah kunci agar mereka bisa memiliki tabungan yang cukup untuk kebutuhan masa depan, seperti membeli rumah, menikah, atau bahkan pensiun dini.

Tips Menghindari Inflasi Gaya Hidup

-Buatlah anggaran bulanan yang realistis dan patuhi anggaran tersebut.

-Prioritaskan pengeluaran yang penting dan kurangi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak terlalu diperlukan.

-Tunda keinginan untuk membeli barang-barang mewah hingga benar-benar mampu membelinya tanpa mengganggu kondisi keuangan.

Baca Juga: INFO LOKER Mei 2024: PT Pertamina Bina Medika IHC Buka 3 Posisi untuk Fresh Graduate, Segera Apply di Sini!

2. Tidak Investasi

Kesalahan lain yang sering dilakukan fresh graduate adalah tidak memulai investasi sejak dini.

Banyak yang beranggapan bahwa investasi hanya untuk orang yang sudah mapan dan memiliki banyak uang.

Padahal, memulai investasi sedini mungkin bisa memberikan keuntungan yang lebih besar di masa depan karena adanya efek compounding (bunga berbunga).

Investasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari deposito, reksa dana, saham, hingga properti.

Dengan memulai investasi sejak dini, fresh graduate dapat membangun portofolio keuangan yang solid dan memiliki sumber pendapatan pasif di masa depan.

Tips Memulai Investasi

-Pelajari berbagai jenis investasi dan pilih yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

-Mulailah dengan jumlah kecil dan tingkatkan secara bertahap seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan kepercayaan diri.

-Konsultasikan dengan ahli keuangan jika perlu untuk mendapatkan saran yang tepat.

Baca Juga: Fresh Graduate Ingin Ikut CPNS 2024? Perhatikan 5 Hal Penting Ini

3. Tidak Pernah Catat Pengeluaran

Banyak fresh graduate yang tidak pernah mencatat pengeluaran mereka secara rinci. Mereka merasa bahwa mereka bisa mengingat dan mengontrol pengeluaran mereka tanpa perlu mencatatnya.

Padahal, mencatat pengeluaran adalah langkah penting untuk memahami kebiasaan belanja dan mengetahui kemana uang mereka sebenarnya pergi.

Dengan mencatat pengeluaran, mereka dapat melihat dengan jelas pola pengeluaran mereka dan menemukan area yang bisa dikurangi.

Selain itu, pencatatan pengeluaran juga membantu mereka dalam membuat anggaran yang lebih akurat dan realistis.

Tips Mencatat Pengeluaran

-Gunakan aplikasi keuangan atau buku catatan untuk mencatat setiap pengeluaran.

-Review catatan pengeluaran secara rutin, misalnya setiap minggu atau setiap bulan.

-Identifikasi pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihilangkan untuk meningkatkan tabungan.

Baca Juga: Berikut Alokasi Formasi Fresh Graduate CASN Untuk Pusat dan Daerah

4. Pakai Kartu Kredit dengan Metode Payment yang Jarang

Penggunaan kartu kredit yang tidak bijak adalah kesalahan umum lainnya. Banyak fresh graduate yang menggunakan kartu kredit, untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan atau tidak bisa mereka bayar dengan segera.

Hal ini sering kali menyebabkan mereka terjebak dalam hutang kartu kredit yang menumpuk karena bunga yang tinggi.

Metode pembayaran yang jarang, seperti hanya membayar minimum payment, juga bisa membuat hutang kartu kredit semakin besar.

Membayar minimum payment hanya akan menutupi sebagian kecil dari total utang dan bunga, sehingga utang pokok tetap besar dan terus bertambah.

Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

-Gunakan kartu kredit hanya untuk pembelian yang bisa dilunasi dengan segera.

-Hindari membayar minimum payment dan usahakan untuk selalu melunasi seluruh tagihan setiap bulan.

-Pantau penggunaan kartu kredit secara rutin untuk memastikan tidak ada pengeluaran yang tidak perlu atau mencurigakan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kesalahan
# fresh graduate
# kerja

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.