AYOJAKARTA.COM -- Insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut pada 12 Mei 2025 telah menelan korban jiwa sebanyak 13 orang, terdiri dari sembilan warga sipil dan empat anggota TNI.
Ledakan tersebut terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa kedua milik TNI AD di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut tidak diketahui.
Salah satu momen yang menjadi sorotan publik adalah pernyataan anak korban yang menegaskan bahwa ayahnya bukanlah pemulung, melainkan pekerja yang membantu TNI dalam proses pemusnahan amunisi.
Hal ini disampaikan langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), saat ia mengunjungi RSUD Pameungpeuk untuk bertemu keluarga korban.
"Bapak saya itu korban bukan seperti yang orang pikirin, bapak saya disitu bukan mulung tapi kerja sama tentara," adu anak korban sambil menangis kepada Dedi Mulyadi yang dikutip dari Youtube Kompas TV pada Selasa 13 Maret 2025.
Tak hanya itu, anak korban membantah bahwa ayahnya tersebut bukan memaksa masuk daerah tersebut dan tidak mematuhi TNI.
Baca Juga: Momen Pilu Terekam Kamera! Anak Gajah Tewas Tertabrak, Induk Enggan Tinggalkan Jasad
Anak korban tersebut juga menegaskan bahwa ayahnya sudah lama bekerja bersama TNI, bahkan pernah bertugas di berbagai daerah seperti Manado, Makassar, Bali, Jakarta, hingga Mabes TNI.
Pernyataan ini sekaligus membantah narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa para korban sipil adalah pemulung yang mengambil sisa bahan amunisi.
Para korban telah menjalani profesi ini selama bertahun-tahun dan memiliki pengalaman di bidang tersebut
Sebagai bentuk kepedulian, KDM berjanji akan mengangkat anak-anak korban sebagai anak asuh dan menanggung seluruh biaya pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.
Selain itu, gubernur Jawa Barat tersebut akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada setiap keluarga korban untuk biaya pemulasaraan jenazah dan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. ***

Share this article
Anak korban ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut menegaskan ayahnya bukan pemulung, tapi pekerja yang membantu TNI saat proses pemusnahan.