Menteri HAM Dukung Kebijakan Dedi Mulyadi soal Kirim Siswa yang Bermasalah ke Barak TNI: Kita Harus Apresiasi

Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim anak bermasalah ke barak TNI bukan pelanggaran HAM
Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim anak bermasalah ke barak TNI bukan pelanggaran HAM

AYOJAKARTA.COM – Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim anak bermasalah ke barak TNI bukan pelanggaran HAM karena bukan corporal punishment atau hukuman fisik.

Pigai menegaskan selama program ini memiliki tujuan yang lebih baik, apalagi sebagai pembentukan karakter, mental dan disiplin, kebijakan tersebut sah-sah saja dan sesuai standar HAM.

Dia membedakan corporal punishment sebagai kekerasan fisik yang menimbulkan rasa sakit, yang tidak terjadi dalam program ini.

“Ini bukan termasuk corporal punishment tapi program ini justru mendidik mental karakter dan disiplin dan tanggung jawab siswa,” tegas Natalius Pigai Menteri HAM yang dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Jarang yang Tahu! Intip Peternakan Modern 139 Ekor Sapi Milik Dedi Mulyadi, Jadi Lapangan Pekerjaan Warga Sekitar

Lalu ia juga menambahkan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi karakter serta kedisiplinan generasi anak, justru sebagai warga negara harus mendukungnya.

“Kita harus apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat yang menjadi pencetus pertama yang mengadakan program ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, program ini dilakukan bertahap di daerah rawan dengan durasi sekitar 6 bulan, melibatkan TNI dan Polri untuk membina siswa yang bermasalah agar memiliki karakter dan perilaku lebih baik.

Sebelumnya, program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim siswa bermasalah ke barak militer untuk pendidikan kedisiplinan menuai kontroversi dan kontra dari Komnas HAM.

Baca Juga: Vasektomi Tuai Polemik, Dedi Mulyadi Tawarkan Alternatif Lain untuk Program KB Pria sebagai Syarat Penerima Bansos

Komnas HAM menilai TNI tidak berwenang melakukan pendidikan sipil dan mengirim anak ke barak militer tanpa proses hukum adalah pelanggaran hak anak.

Kritik juga datang dari DPR yang menilai pendekatan militeristik tidak tepat dan perlu kajian matang.

Meski demikian, Menteri HAM Natalius Pigai sendiri justru merespon baik dan mendukung kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Jawa Barat tersebut.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# barak TNI
# Siswa
# Dedi Mulyadi

News Update

Metropolitan

Kurangi Kerugian Pendapatan Daerah, Dishub DKI Bakal Pasang CCTV AI di Pintu Masuk-Keluar Parkir!

Dishub berencana memasang kamera pengawas (CCTV) berbasis Artificial Intelligence (AI) di pintu masuk dan keluar area parkir guna meminimalisir potensi kebocoran pendapatan.

Metropolitan

Terungkap Alasan Pramono Anung Berencana Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Bukan karena Kekurangan Uang tapi...

Alasan Pramono Anung berencana menerbitkan obligadi daerah pun diungkap oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Nasional

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Menteri HAM Soal Sayembara Tangkap Begal, Ada 2 Masalah Krusial yang Harus Diselesaikan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons kritik Menteri HAM Natalius Pigai soal sayembara tangkap begal. KDM tegaskan hak korban kejahatan juga wajib dilindungi dan siap tanggung biaya berobatnya.

Bisnis

Metode Backfill Tailing Jadi Kunci Tambang Bawah Tanah Modern dan Ramah Lingkungan

Metode backfilling mining jadi pilihan PT Dairi Prima Mineral (DPM) sebagai metode penambangan bawah tanah yang mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Pendidikan

Kuota 100 Mahasiswa! Beasiswa LPDP Jakarta di 11 Negara Siap Berjalan Mulai Tahun Depan, Anggaran Capai Rp99,9 Miliar

Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan koordinasi dengan LPDP pusat guna menyusun mekanisme pelaksanaan program beasiswa tersebut.

Nasional

Faktor Apa Saja yang Memicu Penurunan Kepuasan Publik di Era Pemerintahan Prabowo?

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun ke 51,1% (SMRC, Juli 2026) akibat tekanan ekonomi dan sorotan kebijakan. Pihak Istana menegaskan tetap fokus pada kerja nyata.

Metropolitan

Sempat Disinggung Mendagri soal Rencana Obligasi Daerah Rp3,5 Trilun, Pramono: Pasti Jakarta Bisa Menyelesaikan dengan Baik

Menanggapi Tito Karnavian, Pramono Anung optimistis Pemprov DKI Jakarta mampu merealisasikan rencana penerbitan obligasi daerahtersebut.

Jakarta Barat

PPKD Jakarta Barat Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Batch 3, Siapkan Kuota 210 Peserta untuk 11 Kejuruan!

Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat kembali membuka pendaftaran pelatihan kerja reguler batch 3 tahun 2026 secara gratis.

Jakarta Timur

Klaim Jakarta Sudah Aman, Nyaman, dan Tenteram, Pramono Anung Tak Ingin Bentrok di Matraman Dikaitkan dengan Isu SARA

Pramono Anung telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran TNI dan Polri untuk memastikan situasi keamanan di lokasi kejadian tetap terkendali.

Jakarta Pusat

Minta Tak Sangkutkan Bentrok Matraman dengan Isu Etnis, Pramono Anung: Jakarta Sudah Aman dan Tenteram

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewanti-wanti masyarakat agar tidak menyimpulkan insiden bentrokan antarwarga di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, ke ranah isu etnisitas.

Metropolitan

Layanan Open Dining of Jakarta Dibuka per 1 Agustus 2026, Penumpang Bisa Nikmati Wisata Kuliner di Atas Bus, Segini Harga Tiketnya

Layanan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dengan menikmati hidangan sambil berkeliling ibu kota menggunakan bus wisata.

Metropolitan

Stasiun MRT Rasa Museum, Begini Tampilan Stasiun Monas Terbaru dengan Progres Pembangunan Mencapai 93,50 Persen

Program pembangunan proyek Stasiun Monas kini sudah mencapai 93,50 persen mencakup area Stasiun Thamrin dan Monas.

Bisnis

Pemerintah Puji Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan guna Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Pemerintah apresiasi BRI salurkan KUR Perumahan dan jadi motor utama Program 3 Juta Rumah. Cek kabar lengkap dan dampaknya di sini!

Metropolitan

Penampakan Terbaru Jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai, Siap Diresmikan Agustus 2026

Berdasarkan perkembangan terbaru, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai sekitar 95 persen pada pertengahan Juli 2026.

News

Peringatan HUT ke 81 RI Dipusatkan di Jakarta, Mensesneg Bocorkan akan Penuh Kejutan

Terkait konsep acara perayaan HUT ke 81 RI, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan kini sedang dalam persiapan.

Viral

Sempat Viral Kasus Alphard Terobos Zebra Cross di Bundaran HI, Selain Pelat Palsu Ternyata Nunggak Pajak Sejak 2024!

Kasus mobil Toyota Alphard yang sempat viral karena menerobos zebra cross di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, membuka fakta baru yang mengejutkan.

Metropolitan

Kantongi Rp220 Juta dari Konten Hoax! Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Sudah Beraksi Sejak 2024

Jajaran Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat buzzer yang memproduksi konten berita bohong atau hoax di media sosial.

Nasional

Lembaga Survei Kompak Catat Tren Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo, Ini Analisisnya

Hasil survei SMRC Juli 2026 catat kepuasan publik ke Prabowo turun ke 51,1% akibat sentimen ekonomi. Fenomena serupa tercatat di lembaga lain, meski Istana tegaskan fokus kerja nyata.

Metropolitan

Mulai Pekan Depan, BGN Siapkan Sistem Digital Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Gizi Anak!

Mulai pekan depan, para orang tua siswa dijanjikan dapat memantau langsung menu hingga kandungan gizi makanan anak-anak mereka melalui sistem digital.

Pendidikan

Akan Ada Penyesuaian Kuota, Pramono Anung Ungkap Biaya Satu Penerima LPDP Jakarta Capai Rp2 Miliar!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, blak-blakan terkait rincian biaya yang dibutuhkan untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) versi Jakarta.