AYOJAKARTA.COM – Arti dari silent majority telah menjadi sorotan setelah hasil quick count Pemilu 2024.
Quick count hasil pemilu 2024 telah diumumkan oleh beberapa lembaga survei.
Tetapi, apa sebenarnya makna di balik istilah tersebut?
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Jawa Barat, Ridwan Kamil juga singgung Silent Majority.
Melalui unggahan Instagram pribadinya @ridwankamil yang membahas hasil quick count.
Hasil quick count Pilpres 2024 menunjukkan bahwa paslon 02 unggul jauh dari paslon lainnya.
Ridwan Kamil juga menjelaskan siapa saja orang yang tergolong Silent Majority.
Dalam salah satu akun TikTok @deandraptr yang diunggah pada 16 Februari 2024.
Unggahan tersebut menjelaskan tiba-tiba tim Prabowo-Gibran unggul dalam quick count pemilu 2024.
Baca Juga: Menang Hasil Quick Count, Prabowo Subianto Dapat Panggilan dari 5 Pemimpin Negara di Luar Negeri
Begini arti 'Silent Majority' dalam pemilu dan hubungannya dengan quick count.
Silent majority mengacu pada sekelompok besar pemilih yang merasa terpinggirkan dan diam dari sistem politik.
Mereka mungkin tidak terlibat aktif dalam politik dan tidak mengungkapkan pendapat politiknya di medsos.
Asal-usul istilah ini dari kampanye presiden Warren Harding pada tahun 1919 di Amerika Serikat.
Namun, istilah ini mulai populer pada tahun 1960-an ketika Richard Nixon menggunakannya untuk menggalang dukungan.
Dalam konteks pemilu, silent majority adalah kelompok besar masyarakat yang tidak secara terang-terangan.
Mereka diam dan enggan menyatakan dukungannya kepada paslon tertentu.
Meskipun mereka tidak terlihat aktif di media sosial atau dalam diskusi politik.
Tetapi kekuatan mereka dalam menentukan hasil pemilihan cukup signifikan.
Paslon yang mendapat dukungan dari silent majority memiliki peluang yang lebih besar untuk menang.
Baca Juga: Rocky Gerung Ungkap Siapa Sosok di Balik Penghalang Anies Baswedan Menjadi Presiden
Dengan demikian, dalam konteks pemilu, penting untuk memahami peran silent majority.
Dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi hasil suatu pemilihan umum.
Meskipun mereka mungkin tidak terlihat atau terdengar secara langsung.
Kehadiran mereka dapat menjadi faktor penentu dalam menentukan masa depan politik sebuah negara.
Ridwan Kamil menjelaskan beberapa orang yang tergolong Silent Majority, sebagai berikut:
- Mereka yang menyimak namun jarang komen dan enggan rebut di medsos tentang isu politik
- Rame di medsos oleh noisy minority bukan ukuran realita yang sama di lapangan
- Bulian atau ejekan di media sosial tidak pernah kamu jawab cukup kami jawab dengan kerja terukur di lapangan.

Share this article
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Jawa Barat, Ridwan Kamil juga singgung Silent Majority.