AYOJAKARTA.COM - Menurut warganet salah satu unsur penentu kemenangan Alfiansyah Bustami alias Komeng, adalah fotonya yang unik.
Dengan foto yang viral dan ikonik tersebut, pemilih anggota DPD Provinsi Jawa Barat menjadi lebih mudah melihat dan mengenali Alfiansyah Bustami alias Komeng.
Namun demikian Alfiansyah Bustami alias Komeng justru mengaku sempat mengalami dilema ketika harus memilih foto untuk surat suara.
Baca Juga: Sulit Dikenali, 7 Tanda Pasangan Ternyata Hanya Pura-pura Cinta
Hal tersebut terjadi lantaran Komeng bingung menentukan pilihan untuk menggunakan baju adat dari daerah tertentu untuk keperluan surat suara.
“Saya mau pakai baju adat apa ya? Apa adat anak kecil yang nangis mulu gitu,” seloroh Komeng saat dimintai keterangan terkait penggunaan foto unik di surat suara.
Menurut pengakuan sejumlah warganet, salah satu alasan peroleh suaranya melejit tidak lain karena wajahnya yang familiar.
Dampak dari wajahnya yang sangat familiar dan dikenal publik, tidak mengherankan jika kemudian perolehan suara Komeng menempati urutan tertinggi.
Sehubungan dengan perolehan suaranya yang menempati urutan pertama, Komeng mengaku tidak terkejut dengan hasil perolehan suaranya di Provinsi Jawa Barat.
Selain karena foto di surat suara, hasil perhitungan oleh KPU menurut Komeng juga tidak mengejutkan sebab KPU merupakan milik pribadinya.
Baca Juga: 7 Instansi dengan Persyaratan Wajib Tes TOEFL di CPNS, Apakah Pilihan Instansimu Ada?
Kendati menempati urutan teratas, Komeng tidak menutup kemungkinan ada calon senat lain yang berhasil mengejar perolehan suaranya.
“KPU itu sebenarnya punya saya sendiri jadi nggak perlu repot menghitung, karena KPU itu kan Komeng Punya Urusan, jadi belum diputuskan,” selorohnya lagi.
Memilih jalur DPD sebagai jalur politik, Komeng mengaku sering mendapat tawaran dari sejumlah parpol untuk bergabung.
Tawaran yang sudah berlangsung sejak era reformasi tersebut, hingga saat ini belum ditindak-lanjuti oleh Komeng.
“Sampai sekarang juga masih belum, tetapi nggak tahu kedepannya, karena itu saya coba dulu tanpa partai,” jelas Komeng.
Berbeda dengan partai yang memfasilitasi proses kaderisasi, menjadi anggota DPD Komeng mengaku banyak belajar dari para senat sebelumnya,
Lebih dikenal karena merupakan seorang komedian, Komeng juga masih belum sepenuhnya bersuara terlalu lantang.
Selain karena perlu terus berproses dan mempelajari mekanisme perundang-undangan, Komeng lebih memilih memperkaya referensi politik.
“Saya nggak punya apa-apa kecuali hanya visi dan misi, kalau saya orasi memangnya ada yang percaya?” ungkap Komeng menunjukkan sikap humble.
Sadar pengetahuan dan pemahaman berpolitiknya masih perlu diasah, Komeng optimis bisa membawa perubahan pada dunia kesenian dan kebudayaan. ***

Share this article
Sehubungan dengan perolehan suaranya yang menempati urutan pertama, Komeng mengaku tidak terkejut, ungkap KPU itu...