AYOJAKARTA.COM -- Rismon Sianipar masih terus berupaya mencari keadilan bagi Jessica Wongso dengan kembali menunjukkan bukti rekayasa rekaman CCTV di kasus tersebut.
Namun dalam pembuktiannya kali ini, Rismon Sianipar dengan berani membongkar drama jaksa Ardito Muwardi yang mencecar Jessica Wongso dalam persidangan kala itu.
Dikutip dari tayangan YouTube Balige Academy pada (5/2/2024), Rismon Sianipar menyinggung soal rekaman CCTV yang sudah direkayasa berkaitan dengan sedotan di gelas Mirna Salihin.
“Untuk apa dia rekayasa itu kalau posisi sedotan sudah ada di dalam gelas bukan di meja, harusnya dia zoom 1920 1080 dan itu masih dapat untuk 12 meter bukan malah dikaburkan menjadi 960-576 pixel,” jelas Rismon Sianipar.
Dari situlah Rismon Sianipar yakin betul bahwa jaksa Ardito Muwardi sudah berkomplot dengan oknum MN dan CH dalam rekayasa tersebut.
“Inilah Ardito Muwardi pekerjaanmu, ya kalau kau tidak berkomplot dengan Christopher Hariman Riyanto dan Muhammad Nuh Al Azhar ya kau sekarang tuntut mereka jangan diam aja kau, posisimu sudah sangat penting di Kejaksaan ,” tegas Rismon Sianipar.
Bahkan Rismon Sianipar kembali menantang jaksa Ardito Muwardi untuk membuktikan jika dirinya benar tidak berkomplot dengan Muhammad Nuh dan Christopher soal rekayasa rekaman CCTV tersebut.
“Kau tahu hukum? Ketika kau ditipu ya kau menuntut gitu lho, jangan diam aja di pengadilan kaya kau orang paling benar di Republik ini!” kata Rismon.
“Kalau kau memang tidak berkomplot dengan Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Riyanto, anda benar-benar dtipu, anda tuntut mereka berdua, kalau anda diam saja, republik menyimpulkan yang lain lah!” lanjutnya.
Tak cukup itu saja, Rismon kemudian menunjukkan bukti yang diduga telah direkayasa oleh Muhammad Nuh dan Christopher yang mana sebenarnya jaksa Ardito Muwardi juga mengetahui hal itu.
“Kita pampangkan lagi bukti tertulis kamera 7 dimana 17.17 WIB tepat sebelum Mirna datang ke kafe Olivier itu dipotong oleh Christopher sampai 18.39 WIB baru direkayasa di downgrade menjadi 960.576,” papar ahli digital tersebut.
“Ini salah satu bukti paling menakutkan bagi Christopher Hariman Riyanto, Muhammad Nuh, dan para jaksa yang lain, inilah dari BAP-nya Christopher,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Rismon menjelaskan, “15.57 kamera 7, 17.17 itu baik frame rate maupun dimensinya itu masih original sesuai poin 27 BAP Muhammad Nuh 1920 pixel untuk lebar, 1080 pixel untuk tinggi , tetapi ketika analisa sedotan pergerakan Mirna di meja 54 setelah dia datang justru dikaburkan oleh Christopher Hariman Riyanto jadi 960-576 dari 17.17 18.39.”
Saksi ahli digital dari pihak Jessica Wongso tersebut kemudian menegaskan bahwa posisi sedotan tersebut tidak berubah atau dari awal sudah di dalam gelas.
“Berarti apa kesimpulannya ya sedotan itu seperti sedia kala, kalau memang sedotan itu sudah ada di dalam gelas untuk apa Christopher itu merekayasa itu poin logika paling penting,” tegas Rismon.
“Gak perlu capek-capek downscaling, mengubah frame ratenya pakai software, gak perlu tinggal putarkan operasi zoom dua tiga kali beres,” katanya lagi.
Merasa belum cukup, Rismon Sianipar kembali menunjukkan bukti tertulis tersebut agar bisa didengar oleh jaksa Ardito Muwardi.
“Biar di mukanya Ardito Muwardi itu kita pampangkan biar gak bisa tidur, di kantornya juga nggak tenang, siapa tahu dia keluarganya masih punya hati nurani dan teman-temannya untuk menghancurkan dia membujuk dia supaya mengaku salah, maju ke depan siap dihukum,” kata Rismon.
“Akibat perbuatan kalian menggunakan dakwaan berdasarkan video rekayasa, seorang gadis sekarang sudah 8 tahun mendekam di penjara dan kalian diam, pengecut! Jaksa macam apa kau Ardito Muwardi!” ujar Rismon dengan nada emosi.

Share this article
Drama jaksa Ardito Muwardi di sidang Jessica Wongso dikuliti habis Rismon Sianipar, disebut komplotan CH dan MN dalam hal Ini.