AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengungkapkan sejumlah kesulitan yang dialaminya selama kampanye di depan para pendukungnya.
Curhatan ini disampaikan oleh Anies Baswedan saat memberikan orasi politik dalam acara istigosah dan deklarasi yang dihadiri para ulama di sebuah gedung pertemuan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Anies Baswedan menyatakan bahwa setiap kali kampanye, dirinya selalu dihadapkan pada berbagai kendala yang membuat jalannya acara terasa sulit, baik dari segi izin yang dicabut tiba-tiba, tempat acara yang mendadak tidak tersedia, hingga listrik yang mati menjelang acara dimulai.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2024 Segera Dibuka! 6 Jurusan Ini Diprediksi Jadi Prioritas, Pendidikan hingga Hukum
Kejadian-kejadian tersebut menjadi tantangan serius bagi Anies dan pasangannya. Meski dihadapkan pada kesulitan, Anies tetap optimis dan yakin bahwa setiap kesulitan pasti akan dihadapi dengan kebijakan dan solusi yang tepat.
Dalam orasinya, Anies mengajak para pendukungnya untuk tetap bersatu dan berjuang demi perubahan yang diinginkan oleh masyarakat.
Paslon nomor urut 1 tersebut mengatakan bahwa ia yakin setiap kesulitan pasti akan membawa hikmahnya dan Anies Baswedan juga tidak akan berhenti berjuang demi perubahan yang lebih baik.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyampaikan bahwa apapun kendalanya, ia harus tetap bersatu dan fokus pada visi kita untuk membawa perubahan positif bagi rakyat Indonesia.
Anies juga menyuarakan pertanyaan retoris terkait kejadian listrik mati menjelang acara.
“Mau ada kampanye perubahan mendadak Listrik mati, apakah yang seperti ini boleh dibiarkan? Apakah perlu perubahan? Nanti dicatut tuh Kepala PLN-nya," ucapnya dengan nada humor, menciptakan gelak tawa di antara para pendukungnya, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube KompasTV, pada Sabtu, 3 Februari 2024.
Diketahui, di tengah kampanye akbar di Pulau Madura, Jawa Timur, pada Rabu, 31 Januari 2024, calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, dengan penuh semangat menyampaikan pesan perubahan.
Acara tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi kampanye, tetapi juga dirangkaikan dengan istighatsah dan deklarasi ulama Madura, dihadiri oleh para ulama, kiai, habaib, dan tokoh masyarakat se-Sumenep.
Anies Baswedan menjelaskan bahwa tujuannya hadir di Sumenep adalah untuk menyampaikan pesan-pesan perubahan yang diinginkan oleh masyarakat.
Pesan utama dari perubahan yang diusungnya adalah menciptakan kehidupan keluarga yang bisa hidup leluasa, meningkatkan kondisi ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja yang padat karya.
Dengan penuh keyakinan, Anies berkomitmen untuk mewujudkan perubahan positif yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.***
Share this article
Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengungkapkan sejumlah kesulitan yang dialaminya selama kampanye di depan para pendukungnya.