PARAH! Kebohongan Besar Mahfud MD Dibongkar Pengacara Brigadir J Martin Simanjuntak: Semacam Lupa Ingatan Berjilid-jilid...

Martin Lukas Simanjuntak, pengacara almarhum Brigadir J, datang ke podcast wartawati Irma Hutabarat bersama Yulia Wirawati.
Martin Lukas Simanjuntak, pengacara almarhum Brigadir J, datang ke podcast wartawati Irma Hutabarat bersama Yulia Wirawati.

AYOJAKARTA.COM – Tak sesuai fakta, pengacara Brigadir J yaitu Martin Simanjuntak membongkar kebohongan Mahfud MD soal kasus Ferdy Sambo.

Belakangan ini video viral Mahfud MD di depan para relawan ketika dirinya mengungkap usaha yang dia lakukan untuk bisa membongkar kasus Ferdy Sambo sampai terungkap sampai di telinga Martin Simanjuntak dan Irma Hutabarat.

Dalam video tersebut, Mahfud MD bercerita dengan nada menggebu-gebu, jika dirinya saat itu merupakan sosok berjasa yang bisa membuat kasus kematian Brigadir J akhirnya terungkap.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2024 Segera Dibuka! 6 Jurusan Ini Diprediksi Jadi Prioritas, Pendidikan hingga Hukum

Mulanya, Mahfud MD mengatakan jika Martin Simanjuntak dan Irma Hutabarat serta keluarga Yosua mendatangi dirinya untuk mengadukan kasus tersebut.

“Bang Martin Simanjuntak datang kepada saya, ditemani Irma Hutabarat dan keluarga Yosua nangis, bahwa kami ndak percaya ini dibunuh,” ujar Mahfud dalam video yang beredar.

Mahfud MD juga mengatakan jika saat itu dirinyalah yang kemudian menyuarakan jika Brigadir J tewas karena pembunuhan sampai ia memanggil Kompolnas.

“Saya pun ndak percaya saya bilang, mari kita terus bekerja, akhirnya saya yang teriak-teriak ini pasti pembunuhan-pembunuhan ini ndak bisa juga, Akhirnya apa, kompolnas saya panggil, gimana masalahnya nih kok gak bisa keterbukaan. Anda semua ini polisi dulunya kenapa ndak bisa ungkap kasus ini,” ucap Mahfud.

Namun rupanya pernyataan Mahfud MD tersebut disanggah mentah-mentah oleh Irma Hutabarat dan juga Martin Simanjuntak.

Baca Juga: Dibuka 2 Bulan Lagi! Berikut Daftar Website Resmi Sekolah Kedinasan, Biar Gak Ketinggalan Informasi!

Sebagai informasi, Irma Hutabarat serta Martin Simanjuntak adalah sosok krusial yang terus mengawal kasus Ferdy Sambo kala itu.

Melalui tayangan di YouTubenya Irma Hutabarat – HORAS INANG pada (30/1/24), Martin Simanjuntak menyebut jika saat itu Mahfud MD justru memberi pernyataan berbeda, yang bernada tidak bisa membantu kasus tewasnya Brigadir J.

“Saya melihat ini ada semacam lupa ingatan berjilid-jilid kalau begitu, Pak Mahfud pada saat itu justru berbicara begini teman-teman, waduh kalau kasus case per case gini saya tidak bisa bantu karena saya hanya mengawal polisi, selesailah itu ya,” terang Martin Simanjuntak.

Menurut pemaparan Martin, alasan Mahfud MD tidak bisa membantu saat itu lantaran kejadian tersebut sudah sesuai dengan fakta.

“Didukung oleh Pak Benny Mamoto, anak buahnya Pak Mahfud yang membenarkan perkataannya Pak Budi Herli, saya sudah mengecek, saya sudah melihat, itu faktanya sesuai katanya begitu kan,” lanjut Martin.

Martin Simanjuntak lantas mengatakan jika memang Mahfud MD hanya ingin menunjukkan prestasi dalam kasus tersebut di hadapan publik tidak masalah.

“Tapi yaudahlah kalau itu memang menurut Pak Mahfud, Pak Mahfud prestasinya gak papa tapi jangan lupakan juga Pak,” ujar Martin Simanjuntak.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Digugat Almas Tsaqqibiru dan Diminta Uang Ganti Rugi Rp10 Juta, PN Surakarta: Perjanjian Abstrak

“Bapak kan juga pembantu Presiden jangan karena bapak anggap sukses gitu, walaupun itu juga belum tentu benar ya,” imbuhnya.

Hanya saja Martin Simanjuntak meminta agar Mahfud MD tidak hanya mengambil dari sisi suksesnya kasus Ferdy Sambo saja, namun untuk buruknya tidak mau mengakui.

“Kesuksesan itu milik Bapak Pribadi tapi giliran yang buruknya bapak bilang itu PR pemerintah kan nggak fair gitu ya,” tegas Martin.

Selain daripada itu, Martin Simanjuntak justru ingin mengklarifikasi soal pernyataan bohong Mahfud MD yang menyebut dirinya datang bersama Irma Hutabarat dan keluarga Yosua sambil menangis-nangis.

“Tapi saya gak urus soal itulah, saya urus soal urusan kita dulu, nah setelah laporan itu sampai dengan Februari tanggal 1 2023 kita nggak pernah ketemu Pak Mahfud MD dan nggak pernah ada nangis-nangis,” ungkap Martin.

Lebih lanjut Martin Simanjuntak mengatakan, “Makanya ketika ada video seperti itu, saya sebenarnya apa ya, sedih tapi ketawa juga, iya ini maksudnya Pak Mahfud ngarang-ngarang atau sedang lupa .”***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kebohongan Besar
# pengacara Brigadir J
# Martin Simanjuntak
# Ferdy Sambo
# Mahfud MD

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.