AYOJAKARTA.COM - Beredar sebuah video di media TikTok yang dibagikan oleh akun @kesrekanjal, yang memperlihatkan Gus Miftah menyindir paslon capres nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN).
Gus Miftah mengatakan bahwa dirinya tidak mau jika mengucap kata Amin, dikait-kaitkan dengan pasangan capres lain.
“Saya nggak mau dikait-kaitkan Amin dalam sholat, Amin dalam fatihah, Amin habis doa dikaitkan dengan pasangan calon presiden,” kata Gus Miftah, dikutip Ayojakarta.com dari TikTok @kesrekanjal.
Baca Juga: Fraksi PKB Luqman Hakim Minta Bawaslu Tak Perlu Takut Mengusut Kasus Dugaan Pelanggaran Gus Miftah
Menurut Gus Miftah, tidak ada yang salah dalam pengucapan kata Amin. Namun, Gus Miftah menyebut yang salah adalah orang yang membuat akrom paslon menjadi Amin.
“Yang salah itu bukan orang yang mengucapkan kata Amin, yang salah itu adalah orang yang membuat akronim Amin,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gus Miftah pun menyindir teguran yang berikan kepada Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas, karena diduga mempermainkan bacaan sholat.
Baca Juga: Klarifikasi Gus Miftah Soal Pembagian Uang di Pamekasan Madura yang Sempat Viral: Itu Uangnya Haji N
“Waktu itu Pak Zul yang ngomong (Amin) viral, giliran yang ngomong kelompoknya mereka nggak viral,” imbuhnya.
Untuk menanggapi hal tersebut, Gus Miftah memiliki gaya tersendiri dengan menirukan kata yang diucapkan oleh Prabowo ‘Sorry Ye’.
Sebelumnya, seperti yang diketahui akrom kata Amin merupakan singkatan dari paslon capres nomor urut 1 yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Klarifikasi Gus Miftah Soal Pembagian Uang di Pamekasan Madura yang Sempat Viral: Itu Uangnya Haji N
Kata Amin ini identik dengan jargon ‘Aminin aja dulu’. Belum lama ini terdapat beberapa polemik tentang penggunaan kata Amin.
Salah satunya, Zulhas yang sempat mendapatkan teguran karena dinilai telah mempermainkan kata Amin dalam bacaan sholat.***

Share this article
Gus Miftah tidak mau jika kata Amin dikaitkan dengan sholat hingga paslon capres lain, justru salahkan yang membuat akronim kata tersebut.