AYOJAKARTA.COM – Setelah bebas murni pada 25 Desember 2023, sosok Alvin Lim langsung menjadi sorotan publik usai mengomentari kasus Jessica Wongso.
Pernyataannya perihal adanya dugaan upaya kriminalisasi dalam kasus Jessica Wongso, membuat Alvin Lim langsung mendatangkan berbagai polemik.
Melalui kanal YouTube QUOTIENT TV, Alvin Lim menyebut bahwa perkara hukum yang dialami Jessica Wongso tidak jauh berbeda dengan pengalaman pribadinya.
Sebelum ditangkap paksa oleh Kejaksaan, Alvin Lim juga sudah berulang kali memberikan pernyataan yang dinilai banyak kalangan sangat mengerikan.
Baca Juga: Alvin Lim Murka Dituding Kabur oleh Mahfud MD: Ngapain Balik ke Sini, Fitnah Keji!
Sebagaimana diketahui publik, Alvin merupakan satu-satunya tokoh advokat yang secara terbuka membuat pernyataan bahwa Polda Metro Sarang Mafia.
Bukan hanya itu, media sosial di platform Twitter yang kini berevolusi menjadi X juga sempat menyoroti tanda tagar "Percuma Lapor Polisi".
Sikap frontal yang banyak diyakini masyarakat sebagai suatu bentuk keberanian, membuat Alvin terus menuai berbagai tanggapan dan kecaman bahkan ancaman.
Namun demikian, dalam sebuah diskusi Alvin menganggap bahwa ancaman dan kecaman dan teror yang sering dialami merupakan bagian dari resiko menciptakan perubahan.
Baca Juga: Tantang Mahfud MD, Alvin Lim: Gimana Nanti Mau Ngurus Negara Pak?
“Menjadi agen of change itu nggak mudah, bukan hanya teror, semuanya sudah,” ungkap Alvin saat berbicara di forum diskusi, dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat, 12 Januari 2024.
Lebih lanjut, Alvin menyebut bahwa salah satu alasan dirinya beralih profesi dari seorang bankir adalah akibat tindakan kriminalisasi yang pernah dialami.
Pengalamannya sebagai mahasiswa perbankan dan bankir hingga mendapat penghargaan dari Walikota di San Fransisco, harus ditebus dengan perceraian.
Buntut dari perceraian yang kemudian berdampak pada perebutan hak asuh anak, kemudian membuat Alvin mulai berurusan dengan hukum.
“Perebutan hak asuh anak dibilangnya penculikan anak, saya ditahan di Polda Metro Jaya, itu pengalaman pertama saya,” ungkap Alvin.
Anggapan adanya peristiwa penculikan anak, menurut Alvin sengaja dilakukan oleh sejumlah oknum penegak hukum agar dirinya bisa terkurung di penjara.
Meski persoalan hak asuh anak dianggapnya tidak lebih sebagai persoalan rumah tangga, Alvin terkejut dengan banyaknya penegak hukum yang saat itu terlibat.
Aksi nekat Alvin sebagai seorang ayah yang ingin mengambil anaknya di rumah salah seorang kerabat mantan istri, justru berbuntut perkara kriminal.
Selain dikenakan dengan pasal penculikan, Alvin juga terkejut setelah mengetahui bahwa di rumah tempat anaknya dititipkan juga mengalami peristiwa pencurian.
“Dari situ saya belajar bagaimana oknum polisi bisa mengkriminalisasikan seseorang, sehingga saya jadi belajar hukum,” imbuh Alvin.***

Share this article
Alvin Lim menyebut bahwa perkara hukum yang dialami Jessica Wongso tidak jauh berbeda dengan pengalaman pribadinya.