AYOJAKARTA.COM – Menjelang penghujung bulan Ramadhan, suasana pergerakan arus mudik Lebaran semakin kentara di setiap sentra transportasi.
Meski masih berada di dalam suasana bulan Ramadhan, antusiasme sebagian besar masyarakat untuk pulang ke kampung halaman atau mudik Lebaran tidak pernah surut.
Terkait dengan fenomena mudik Lebaran pada Ramadhan tahun ini, Kapolri menyebut puncak arus kendaraan diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2025.
Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, pemerintah akan menerapkan skema ganjil-genap yang dimulai pada Kamis 27 Maret 2025.
Disamping memberlakukan skema ganjil-genap kendaraan, persiapan menyambut arus mudik juga terus dioptimalkan pemerintah melalui berbagai instansi terkait.
Beberapa persiapan yang telah dilakukan Kementerian antara lain menyediakan berbagai posko kesehatan maupun Keamanan serta berbagai kemudahan layanan.
Selain terpantau di Pelabuhan dan Bandara, persiapan mengantisipasi kesibukan arus mudik juga terlihat di setiap terminal bus maupun stasiun kereta api.
Untuk bisa bersilaturahmi dan merayakan lebaran ke kampung halaman masing-masing, banyak cara yang sengaja dipilih oleh para pemudik.
Baca Juga: Link dan Cara Melihat CCTV Tol secara Online, Tips Agar Perjalanan Mudik Lebaran 2025 semakin Lancar
Di samping mengikuti perang tiket mudik gratis yang disiapkan instansi atau mem-booking secara mandiri, mudik juga dilakukan dengan menaiki kendaraan pribadi.
Bukan hanya menggunakan mobil atau sepeda motor pribadi, mudik oleh beberapa orang juga dilakukan dengan cara nyentrik dan unik.
Salah satu cara mudik unik ditunjukkan oleh Jamilin beserta keluarganya, yang berangkat dari Jakarta menuju ke Tegal dengan menggunakan bajaj.
Mudik dengan menggunakan kendaraan roda tiga sambil membawa keluarga, menurut Jamilin bukan hal yang baru dilakukan.
Selain hanya menghabiskan biaya sekitar Rp150,000 untuk keperluan bahan bakar, Jamilin juga bisa lebih leluasa mengatur waktu perjalanan sesuai kebutuhan.
Berdasarkan pengalamannya, Jamilin menyebut durasi perjalanan mudik yang dimulai dari kawasan Roxy hingga ke Tegal membutuhkan waktu sekitar 10 jam.
Berbeda dengan Jamilin yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi bajaj, salah seorang pegawai di kantor kementerian asal Banten bernama Zaenal Abdurohim juga tak kalah unik.
Dengan menggunakan sepeda, Zaenal mulai menggowes sepedanya dari Rangkasbitung menuju kampung halamannya di Purbalingga yang berjarak sekitar 510 kilometer.
Memakan waktu sekitar empat hingga lima hari perjalanan, Zaenal mengaku sudah melakukan berbagai macam persiapan mulai dari fisik hingga komponen di sepedanya.
Karena merupakan pengalaman pertama kalinya, Zaenal memastikan seluruh bekal dan persiapan bersepeda selama di perjalanan sudah benar-benar diperhatikan.***

Share this article
Menjelang penghujung bulan Ramadhan, suasana pergerakan arus mudik Lebaran semakin kentara di setiap sentra transportasi.