AYOJAKARTA.COM - Memasuki minggu ketiga bulan puasa, masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menyambut hari raya Idul Fitri.
Tradisi jelang lebaran di Indonesia sangat beragam, mulai dari ibu-ibu yang sibuk memikirkan kue-kue yang akan dihidangkan saat hari raya, hingga persiapan baju baru yang akan dipakai saat lebaran.
Tahun ini, tren busana lebaran yang populer adalah gli dan abaya dari Turki.
Selain persiapan makanan dan busana, tradisi malam takbiran juga menjadi momen yang dinantikan dengan berkeliling dan mengumandangkan takbir.
Baca Juga: THR dari Pemerintah! Pencairan PKH dan BPNT Tahap Kedua Siap Mendukung Persiapan Lebaran
Menariknya, tradisi lebaran tidak hanya dirayakan oleh umat Muslim, tetapi juga menjadi momen toleransi bagi non-Muslim yang ikut menyantap hidangan lebaran seperti opor dan berbagai kue-kue, menunjukkan bahwa makanan dapat menyatukan semua kalangan masyarakat di Indonesia.
Sementara persiapan lebaran terus dilakukan, arus mudik sudah mulai terlihat di beberapa titik, seperti di Pelabuhan Merak dan Stasiun Pasar Senen.
Di Pelabuhan Merak, banyak pemudik sudah melakukan 'colong start' untuk menuju Pulau Sumatera.
Dermaga eksekutif atau Dermaga 5 dipadati ratusan kendaraan roda empat yang mengantri untuk masuk ke kapal.
Namun, beberapa pemudik mengeluhkan lambatnya proses bongkar muat karena pengelola hanya mengoperasikan tiga Kapal Roro dengan kecepatan terbatas.
Untuk mengamankan arus mudik, ribuan personil gabungan telah disiagakan dari berbagai instansi.
Baca Juga: THR Datang, 6 HP Kamera OIS Terbaik 2 Jutaan Ini Siap Abadikan Momen Lebaran 2025
Sementara itu, di Stasiun Pasar Senen, situasi sangat ramai dengan ribuan penumpang yang akan berangkat, mencapai lebih dari 100% okupansi yang disediakan oleh PT KAI.
Tujuan favorit masih di wilayah Jawa seperti Solo, Yogyakarta, hingga Malang.
Di tengah ramainya stasiun, salah satu pemudik yang menarik perhatian adalah Muhammad Nur atau yang akrab disapa Cak Nur.
Ia bersama keluarganya yang berjumlah 10 orang bersiap mudik ke Lamongan, Jawa Timur dengan membawa berbagai barang bawaan mulai dari koper, kardus, hingga tas baju.
"Alhamdulillah kalau persiapannya sih biasa-biasa aja Mbak, orang sekarang juga tiket kereta api itu mudah sekali, enak, nyaman, tidak seperti tahun-tahun yang dulu. Sekarang itu di dalamnya nyaman, fasilitas oke," ujar Cak Nur dikutip ayojakarta.com dari YouTube MetroTV.
Baca Juga: Xiaomi 15 Smartphone Compact Premium yang Cocok untuk ASN di Era Kenaikan Tunjangan Kinerja
Ia menjelaskan alasan mudik lebih awal, "Karena mungkin di kampung kan tidak ada orang, mungkin perlu membersihkan tempat tinggal, rumah, mempersiapkan untuk Lebaran."
Ketika ditanya mengenai perasaannya tentang lebaran tahun ini, Cak Nur mengungkapkan suasana kampung.
"Kalau tahun ini Alhamdulillah kita bisa mudik bareng keluarga semuanya, jadi rasanya kehangatan di kampung itu rasanya suasanya lebih enak, lebih gembira, lebih asik."
Bagi calon pemudik yang belum membeli tiket kereta, masih tersedia banyak kursi untuk tanggal-tanggal tertentu menjelang lebaran, dengan tingkat penjualan masih di kisaran 50 hingga 70 persen.***

Share this article
Di tengah ramainya stasiun, salah satu pemudik yang menarik perhatian adalah Muhammad Nur atau yang akrab disapa Cak Nur.