AYOJAKARTA.COM -- Anwar Usman angkat bicara setelah dirinya diberhentikan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
Menurutnya, ada sebuah politisasi dan pembunuhan karakter terhadap dirinya.
Bahkan karier sebagai hakim hampir 40 tahun dilumatkan oleh fitnah.
Ia mengaku sudah mengetahui ada skenario yang berupaya untuk membunuh karakter dirinya.
"Meski saya sudah mendengar ada skenario yang berupaya untuk membunuh karakter saya, tetapi saya tetap berbaik sangka, berkhusnudzon karena memang sudah seharusnya begitulah cara dan karakter seorang muslim berfikir," kata Anwar Usman dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Kamis 9 November 2023.
Baca Juga: Gemar Ganti Istilah: Anies Baswedan Usul SDM Diganti Menjadi Kata Ini, Apa Bedanya?
Ia merasa pemberhentian dirinya sebagai Ketua MK tak sedikitpun membebani dirinya, meski ada sebuah fitnah yang keji dan kejam terhadapnya.
"Saat ini harkat, derajat, martabat saya sebagai hakim karier selama hampir 40 tahun dilumatkan oleh sebuah fitnah yang amat keji dan kejam," ucapnya.
Namun, ia mengatakan dirinya tetap pantang mundur untuk terus menegakan hukum dan keadilan di Indonesia.
Baca Juga: Akun Instagram Gibran Rakabuming Diserang usai Anwar Usman Diberhentikan, Warganet: Cawapres Ilegal
"Tetapi saya tidak pernah berkecil hati dan pantang mundur dalam menegakan hukum dan keadilan di negara tercinta," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya dijadikan objek dalam berbagai keputusan MK, bahkan dirinya juga mengetahui tentang rencana pembentukan MKMK.
"Saya mengetahui saya sebagai objek dalam berbagai putusan MK dan putusan MK terakhir maupun tentang rencana pembentukan MKMK setelah saya dengar sebelum MKMK terbentuk," ungkapnya.***

Share this article
Anwar Usman sebut kariernya sebagai hakim selama hampir 40 tahun dihancurkan oleh fitnah keji dan kejam.