AYOJAKARTA.COM – Menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto, status keanggotaan Gibran Rakabuming sebagai kader PDIP terputus.
Selain karena diusung oleh Partai Golkar, bergabungnya Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo Subianto juga bertentangan dengan keputusan PDIP.
Sehingga masuknya Gibran Rakabuming ke kubu Prabowo Subianto merupakan bentuk nyata adanya perbedaan haluan dan kepentingan.
Baca Juga: Respon Gibran Soal Narasi 'Dizalimi' Bila Dipecat PDIP: Jangan Nyebar Hoax
Setiap kader PDIP menurut Yirwan merupakan figur-figur yang taat dengan peraturan, sehingga perbedaan kepentingan bukanlah suatu pilihan.
Sebagai konsekuensinya, maka setiap kader yang tidak sejalan dengan keputusan partai maka secara otomatis status keanggotaannya juga selesai.
Pernyataan terkait keanggotaan Gibran yang memicu pertanyaan publik tersebut disampaikan oleh politisi PDIP Nusyirwan.
Baca Juga: Tanggapi soal Pencopotan Baliho Ganjar-Mahfud di Bali, Sekjen PDIP: Mencederai Rasa Keadilan
“Sejak Mas Gibran itu menjadi cawapres Prabowo, sejak itu pula sudah tidak berada di PDI Perjuangan lagi,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan.
Yirwan menambahkan, hal-hal teknis semisal pengembalian Kartu Tanda Anggota merupakan kabar yang terlalu dibesar-besarkan.
Dengan terputusnya Gibran sebagai kader PDIP, menurut Yirwan polemik tersebut merupakan persoalan yang tidak perlu lagi dijadikan perbincangan.
Terkait dengan status keanggotan Jokowi yang merupakan Ayah Gibran, Yirwan menganggap hal tersebut bukanlah persoalan yang perlu diberi penjelasan.
Untuk itu Yirwan meminta publik untuk tidak perlu bersikap mencari tahu karena hubungan PDIP dengan keluarga Jokowi bukanlah konsumsi publik.
Sehubungan dengan polemik antara keluarga Jokowi dengan PDIP, Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi memberi tanggapan.
Menurutnya, sampai dengan proses elektoral selesai maka hubungan panas-dingin antara PDIP dengan keluarga Jokowi akan terus terjadi.
Apabila PDIP menunjukkan sikap keras kepada Jokowi, menurut Burhan hal tersebut akan bisa berdampak langsung pada suara PDIP di pemilihan.
“Mungkin kalau pemilihan sudah selesai, maka sikap PDI perjuangan akan menjadi lebih jelas,” jelas Burhan.
Baca Juga: PDIP Minta Gibran Rakabuming Raka Mundur secara Resmi: Tidak Perlu Lagi Didramatisasi
Meski demikian, Burhanudin berharap agar kedua belah pihak baik keluarga Jokowi dengan PDI Perjuangan bisa sama-sama menemukan titik kesepakatan.
Sebab dengan adanya perbedaan pandangan, hal tersebut akan mungkin sangat berdampak pada stabilitas politik dan dinamika kebangsaan.
“Perlu soft landing, dari sisi elit PDIP menjadi sangat penting buat stabilitas politik nasional di tengah geopolitik dunia dan ancaman ketidakpastian ekonomi global,” jelasnya.
Sementara di sisi lain, Burhan menilai suara PDIP sangat bergantung kepada presiden Jokowi sehingga menjadi lebih menarik.
“Ini karena asosiasi antara kedua belah pihak yang terlalu dalam,” imbuh Burhan seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 2 November 2023 dari tvOneNews. ***

Share this article
Kehilangan status kader PDIP, Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo Subianto menciptakan polemik politik dan perbedaan pandangan.