AYOJAKARTA.COM – Usai kunjungan di sejumlah wilayah di Jawa Barat, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar melanjutkan safari kebangsaan ke Jawa Timur.
Dalam kunjungannya ke kota Jember, Jawa Timur; duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mengingatkan ancaman nepotisme yang mengancam prinsip keadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ketika menghadiri acara Jalan Sehat Sarungan di Kaliwates Jember, Jawa Timur.
Baca Juga: Ulang tahun, Anies Minta Didoakan Begini
Acara yang merupakan rangkaian dari kegiatan menyambut Hari Santri, dihadiri oleh ratusan ribu pendukung dari berbagai kalangan.
Bukan hanya ribuan pendukung, acara jalan sehat Sarungan juga dihadiri oleh sejumlah petinggi parpol dari Koalisi Perubahan.
Terkait dengan acara sarungan, dalam kesempatan tersebut Anies mengungkap bahwa sarung merupakan identitas tersendiri bagi santri.
Baca Juga: Menuju Pilpres 2024, Ternyata Prabowo Subianto Sering Bertemu Cak Imin untuk Bahas Hal Ini
“Sarung adalah salah satu identitas santri, dan sarung bisa digunakan untuk keperluan apa saja, termasuk jalan-jalan,” jelas Anies.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Cak Imin juga menambahkan bahwa Jember merupakan salah satu basis bagi Koalisi Perubahan.
Cak Imin menjelaskan bahwa masyarakat Jember merupakan masyarakat yang sudah menyambut baik atas pasangan Amin.
Baca Juga: Berhati-hatilah dengan Anies Baswedan!
“Alhamdulillahi, Amin ini oleh masyarakat Jember dianggap pasangan santri untuk NKRI, dimana komitmen kebangsaannya kuat sekali,” ungkapnya.
Sehubungan dengan acara sarungan, Cak Imin yang juga dijuluki sebagai Panglima Santri berseloroh bahwa pasangan Amin merupakan Duta Sarung Dunia.
Pada kesempatan tersebut pasangan yang dijuluki Amin kembali menggaungkan tentang pentingnya gagasan perubahan.
Baca Juga: Anies Siap Kerja Sama dengan Menteri Jokowi
Selain berjanji akan melakukan perubahan di sektor pertanian dan perniagaan, Amin juga menyinggung mengenai praktik nepotisme.
Menurut Amin, nepotisme merupakan bentuk perilaku yang kurang beradab dalam menempati suatu jabatan atau kewenangan.
Karena itu, Amin menilai salah satu cara yang perlu dilakukan dalam meraih suatu jabatan adalah dengan mengedepankan peradaban.
Baca Juga: Lanjutkan Safari Politik, Prabowo Temui Cak Imin Malam Ini
“Bila kita mengerjakan dengan cara yang benar, maka Insya Allah Indonesia masa depannya akan menjadi lebih baik,” ungkap Anies.
Anies menyampaikan, jika cara yang dilakukan dalam menempati kewenangan dilakukan dengan cara tidak baik maka akan berbuah keburukan.
Lebih lanjut, Anies menambahkan bila kita meraih kewenangan dengan cara-cara yang tidak benar, maka negeri ini akan dikelola dengan tidak benar.
Baca Juga: Pertemuan Cak Imin dengan Ganjar Pranowo, Golkar: Awal yang Bagus untuk ...
Karenanya, agar negeri ini bisa dikelola dengan baik dan terhormat maka perlu diawali dengan cara-cara yang juga terhormat.
“Bila meraih kewenangan dengan cara nepotisme, nanti saat berkuasa pasti nepotisme,” ungkap Anies yang disambut antusiasme oleh para pendukung.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 30 Oktober 2023 dari kanal Youtube Metro TV. ***

Share this article
Anies-Muhaimin ingatkan ancaman nepotisme; tekankan pentingnya memilih pemimpin beradab dan berkeadilan dalam kunjungan ke Jawa Timur.