48 Jam Sukabumi Mencekam! 200 Jiwa Terjebak Banjir Ada Ibu Hamil, 1 Tewas hingga 5 Dinyatakan Hilang

Illustrasi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sejak Kamis malam (6 Maret 2025) menyebabkan bencana banjir dan longsor
Illustrasi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sejak Kamis malam (6 Maret 2025) menyebabkan bencana banjir dan longsor

AYOJAKARTA.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sejak Kamis malam 6 Maret 2025 menyebabkan bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan berbagai wilayah di kabupaten. 

Ketinggian banjir pun diketahui mencapai 2 meter, bukan hanya pemukiman warga yang terendam namun fasilitias publik seperti kantor desa dan rumah sakit pun lumpuh total. 

Salah satu perumahan yang menjadi korban banjir ini ialah Perumahan Pratama Indah, Kampung Sumur 7, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 116 rumah terendam banjir setinggi 2 meter akibat luapan Sungai Cibojong.

Baca Juga: Wajib Tahu! 3 Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadhan

Kondisi ini menyebabkan sekitar 100 kepala keluarga terjebak di lantai dua rumah mereka, tidak bisa ke mana-mana karena seluruh akses telah tergenang air.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Petugas Pemadam Kebakaran, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi.

Dengan prioritas menyelamatkan kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak.

"Dari data sementara yang kami himpun, terdapat 115 kepala keluarga dengan 200 jiwa terjebak banjir, 159 orang sudah berhasil dievakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sayangnya, kami juga melaporkan 1 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam pencarian," ujar juru bicara BPBD Sukabumi dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews. 

Di tengah situasi bencana yang kian memburuk, drama penyelamatan seorang ibu hamil dan anaknya yang berusia 3 tahun menjadi salah satu kisah mencekam.

Keduanya terjebak di antara material longsor di daerah Pamumuan saat hendak menuju Cimapak untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Minyakita Ukuran 1 Liter Ternyata Hanya Berisi 750 ml, Mendag Buka Suara: Itu Video lama

"Saya gak bisa ke atas gak bisa ke bawah Bang, kejebak ini," teriak korban dalam keadaan panik yang terekam dalam video amatir warga.

"Saya bawa orang hamil Bang, saya bawa anak kecil. Tolong Bang, saya kejebak bawa anak kecil sama lagi mau merujuk pasien yang mau melahirkan. Mohon bantuannya di daerah Pamumuan sebelum Cigaru," imbuhnya dengan suara bergetar.

Mendengar laporan tersebut, petugas BPBD segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat.

"Penjemputan dan pengambilan pasien dilakukan dengan cara estafet mengingat kondisi jalan yang sudah tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat," jelas petugas BPBD yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

"Jika kondisi di Puskesmas Simpenan tidak memungkinkan untuk menangani kelahiran, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap," tambahnya.

Selain banjir, bencana longsor juga telah melumpuhkan sistem transportasi di beberapa titik strategis.

Baca Juga: Catat! Inilah 7 Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Harus Dipenuhi oleh Umat Islam

Longsor yang menimpa jalan nasional menuju ibu kota Pelabuhan Ratu terjadi di Kampung Cijambe, Desa Kecamatan Bantar Gandung.

Mengakibatkan ratusan kendaraan dari kedua arah tertutup total sejak Kamis malam. 

Selain itu, jembatan yang menjadi akses vital di Simpenan, Kabupaten Sukabumi juga dilaporkan putus, semakin memperburuk isolasi yang dialami warga terdampak.

Dari observasi langsung di lapangan, banyak rumah warga yang tidak hanya terendam air tetapi juga dipenuhi lumpur.

Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Berdoa dan Bertobat di Bulan Ramadhan, 4 Keistimewaan Ini Wajib Dipahami!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk penanganan darurat bencana ini.

Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi," tegas Kepala BPBD Sukabumi.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dapur umum di beberapa titik pengungsian untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi.

Diperkirakan, kerugian mencapai miliaran rupiah, belum termasuk kerusakan infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan yang membutuhkan perbaikan segera.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Ibu Hamil
# Sukabumi
# korban jiwa
# longsor
# banjir

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.