AYOJAKARTA.COM -- Seorang anggota polisi di kesatuan Departemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage tewas ditembak seniornya yang juga sesama anggota polri.
Kini keluarga korban yang berasal dari Kalimantan pun menuntut agar dilakukan hukum Dayak adat pati nyawa.
Dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (28/7/2023). Korban tertembak Bripda Ignatius Dwi Firsco Sirage telah diantar pulang ke kampung halamanya di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat dalam keadaan tak bernyawa.
Kematian Bripda Ignatius diketahui terdapat kejanggalan lantaran meninggalkan sejumlah luka-luka yang mencurigakan di tubuhnya.
Menurut informasi yang diberikan kesatuan-nya, Bripda Ignatius tewas tertembak rekan sesama anggota Densus.
Keterangan ini sempat direkam oleh keluarga korban ketika beberapa orang datang dan menginformasikan penyebab kematian korban.
"Sebelumnya anak-anak itu kumpul-kumpul bu sekitar jam 22.00, sebelumnya belum ada putra ibu. Mereka sedang kumpul-kumpul temannya sedang kumpul-kumpul kemudian anak ibu menghubungi junior yang ada di rusun menanyakan posisi, kemudian disamperin lah sama anak Ibu. Kemudian begitu sampai di kamar anak-anak abg-kan biasa happy-happy minum-minum," bunyi seorang dalam rekaman tersebut.
Baca Juga: 5 Tanda Orang Sukses Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari
"Sebetulnya tidak terjadi apa-apa saat itu, kayak gitu, namun di point itu ada transaksi jual senpi di mana putra ibu itu pengen membeli senpi tersebut terhadap personel yang Densus itu. Di situ ada 4 orang termasuk korban. Pada saat mau terjadinya jual senpi itu udah dikeluarkan tiba-tiba meledak mengenai putra bapak dan Ibu. Langsung saat itu juga dibawa ke rumah sakit polri," jelasnya seseorang itu.
Menurut keterangan dalam rekaman tersebut, korban yakni Bripda Ignatius mengalami luka yang cukup serius dan dilarikan ke rumah sakit terdekat namun sayangnya nyawanya tidak tertolong.
Kini jenazah Bripda Ignatius diketahui telah dikebumikan, keluarga korban pun meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkap penyebab korban dengan terang benderang.
Selain itu, keluarga korban juga menuntut agar para pelaku dilakukan hukum Dayak adat pati nyawa.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah yang Banyak Lolos Jadi CPNS, Adakah Jurusanmu?
"Banyak informasi dari pihak-pihak mabes yang tentang tewasnya atau meninggalnya anak kami yang menurut kami sulit diterima secara akal sehat manusia, sebagaimana mungkin ada senjata api yang tiba-tiba meletus dan tepat sekali mengenai bagian leher anak kami, kami tetap ingin agar ada keterbukaan, ada kejujuran dan sikap profesional dari pihak Mabes Polri," kata Y. Pandi Orang Tua Bripda Ignatius.***

Share this article
Seorang anggota polisi di kesatuan Departemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage tewas ditembak seniornya.