AYOJAKARTA.COM - Kabar membanggakan datang dari militer Indonesia yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Bakal Capres yang juga Menhan tersebut mengumumkan dua pesawat angkut militer jenis Airbus A400M yang dipesan tahun 2021 lalu sudah hampir selesai diproduksi.
Prabowo Subianto juga menegaskan dua pesawat angkut militer Airbus A400M tersebut akan digunakan untuk memperkuat angkutan militer TNI AU.
“Kita akan perkuat (angkutan militer TNI AU). Beberapa tahun lagi akan datang A400M,” ujar Prabowo Subianto dikutip ayojakarta.com dari Republika.co.id pada Jumat, (7/7/2023).
Tak hanya itu, Prabowo Subianto juga menjelaskan nantinya pesawat angkutan militer tersebut juga akan digunakan untuk operasi kemanusiaan.
“A400M lebih besar, kita butuh untuk operasi pertahanan dan juga untuk operasi kemanusiaan,” terang Prabowo Subianto.
Pesawat A400M adalah pesawat tanker dan angkut yang memiliki ukuran lebih besar dibanding Super Hercules C-130J yang dikategorikan pesawat canggih dan bisa memuat bebas hingga 37 ton.
Prabowo Subianto menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M tersebut saat dirinya hadir di acara Dubai Airshow 2021 lalu yang berlaku efektif pada 2022.
Di sisi lain, Menhan Prabowo Subianto juga menanggapi soal nyinyiran terkait pembelian pesawat bekas Qatar.
“Jadi dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir,” ujar Prabowo Subianto.
“Seolah-olah ya mau macam-macam, menilai bahwa diomongin pesawat bekas, ya memang sering terpaksa kita beli pesawat yang tidak baru,” lanjutnya.
Ketum Partai Gerindra tersebut tak menampik pemerintah membeli pesawat bekas namun meski begitu kualitasnya tidak diragukan.
Baca Juga: Andika Perkasa Blak-blakan Lebih Pilih Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya
Misalnya saja seperti pesawat tempur bekas Qatar yakni Mirage 2000 5, di mana pesawat tersebut diklaim usia pakainya cukup lama.
“Tapi sebetulnya jam terbangnya masih lama. Jadi Mirage 2000-5 ini masih punya usia pakai ya kira-kira 15 tahun lagi,” jelas Prabowo Subianto.
“Karena baru dipake kurang lebih 30 persen flying hours yang bisa dipakai,” lanjutnya.***

Share this article
Begini tanggapan menohok Menteri Pertahanan Prabowo Subianto setelah dinyinyiri membeli pesawat bekas Qatar.