AYOJAKARTA.COM - Proses peradilan kepada salah satu anak yang berkonflik dengan hukum AG hari ini (5/4/2023) diagendakan mendengarkan keterangan dari Shane Lukas.
AG merupakan pelaku anak yang proses hukumnya dipercepat oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena statusnya yang masih di bawah umur.
Tak hanya itu, pihak Kejaksaan pun memperlakukan AG berbeda dengan menugaskan seorang jaksa khusus menangani kasus terhadap anak.
Baca Juga: Kabar Gembira! 6 Formasi Ini akan Buka Lowongan CPNS 2023 Bagi Lulusan SMA-SMK
Kasus ini memang salah satu yang menjadi perhatian publik sejak awal bergulir di Kepolisian.
Selain menyebabkan korbannya terluka parah dan harus menjalani perawatan di rumah sakit hingga saat ini, beberapa kabar yang beredar pun sempat membuat publik semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Seperti halnya soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan korban kepada AG yang akhirnya dibantah keras oleh keluarga, hingga pengakuan kakak AG tentang mental sang adik yang terganggu akibat banyaknya pemberitaan yang mengaitkan dirinya.
Namun semua narasi tersebut hilang saat proses rekonstruksi berlangsung, dalam 23 adegan diperlihatkan sosok AG yang nampak menyalakan rokok di sekitar tubuh David saat akan dilakukan proses penganiayaan oleh Mario.
Baca Juga: Catat! 4 Formasi Prioritas di Pemerintahan Ini akan Kembali Dibuka pada Lowongan CPNS 2023
Namun dalam persidangan hari ini ada hal yang mencuri perhatian publik yakni tentang pernyataan dari penasihat hukum Shane Lukas sesaat setelah ia bersaksi di persidangan.
Penasihat hukum Shane mengatakan bahwa saat ditanya oleh hakim ia menangis dengan mengatakan penyesalan atas apa yang telah ia perbuat.
Shane juga menyampaikan bahwa keputusannya untuk tidak membantu David Ozora pada saat dianiaya karena ia merasa takut dengan Mario Dandy.
"Apakah Shane menyesal dengan kejadian ini, dia menyesal dan tadi dia menangis waktu ditanyakan dia kan ada di detik detik ia menghalau si Mario supaya jangan melakukan tindakan lagi, dan itu sudah kekemukakan oleh Shane," ucap Penasihat Hukum Shane Lukas dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram lambe_turah (5/4/2023).
"Memang ada ungkapan dari hakim bertanya kenapa pada waktu menit menit terakhir si Shane ini tidak mau melakukan tindakan pada saat dia (David Ozora) di push up, pada saat diplank, kenapa kamu Shane langsung membela tidak mau menghalangi, shane berada dalam ketakutan," lanjut Penasihat Hukum.
Hingga saat ini kasus kedua tersangka lainnya masih menunggu giliran untuk duduk di kursi pesakitan akibat kelakuan di luar nalar yang dilakukan keduanya.***

Share this article
Shane juga menyampaikan bahwa keputusannya untuk tidak membantu David Ozora pada saat dianiaya karena ia takut dengan Mario Dandy.