AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret sang mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo, pada awalnya menghebohkan publik karena pada awal kasus ini terbongkar ke permukaan publik adalah Richard Eliezer sang eksekutor.
Hal terkait kasus pembunuhan Brigadir J pada awalnya sering diupdate oleh Hermawan Sulistyo yang mana disebut sebagai Profesor Humas Polri.
Dikutip dari laman tokoh.id oleh Ayojakarta.com pada 13 Februari 2023, berikut profil Hermawan Sulistyo yang juga memiliki karir yang cemerlang, dan aktif dalam berbagai kegiatan riset dan menulis.
Profesor yang aktif dalam kegiatan riset ini memiliki nama dan gelar, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU. Profesor Hermawan memiliki nama panggilan, Kikiek Haryodo.
Pria yang kelahiran Desa Geneng, Ngawi pada 4 Juli 1957 ini menghabiskan sebagian masa kecil di Ngawi dan Madiun. Kikiek yang merupakan alumni SDN Geneng Ngawi juga alumni SDN Guntur Madiun.
Masa Remaja dari Hermawan Sulistyo dihabiskan di Madiun dengan menempuh pendidikan SMP-SMA di SMP Negeri II Madiun dan SMA Negeri I Madiun jurusan IPA. Pria muslim ini kemudian melanjutkan studi S1 di Universitas Indonesia.
Kikiek dikenal memiliki pengalaman studi yang cukup unik, karena pada Universitas Indonesia ia mengambil Jurusan Fisika, FIPIA dan juga Politik dan Pemerintahan Indonesia, Departemen Ilmu Politik, FIIS (FISIP) UI dengan skripsi berjudul “Kepemimpinan di Pesantren: Studi Kasus Tebuireng.”
Selain itu dia juga menimba ilmu di Filsafat Politik, Ekstension, STF Driyarkara dan Bahasa Inggris, IELI, State University of New York (SUNY), Buffalo, AS, dan Southeast Asia Studies Program, Masters of Arts in International Affairs (MAIA) Ohio University, Athens-OH, AS dalam bidang Ilmu Politik.
Saat ini Hermawan Sulistyo menjabat sebagai Profesor Riset/Ahli Peneliti Utama Bidang Perkembangan Politik LIPI. Ia dikenal aktif dalam meriset dan dalam dunia jurnalistik, hal ini terlihat melalui pengalaman karier yang cemerlang.
Hermawan Sulistyo dikenal menjadi dosen di beberapa kampus seperti Universitas Nasional (Unas) Jakarta, FISIP Universitas Juanda (Unida) Bogor, Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan Universitas Achmad Jani (Unjani) Cimahi, Jabar; Pasca Sarjana Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kursus Perwira Senior (Suspasen) Reserse Polri, Megamendung Jabar, dan Dosen tamu ahli Sespim Polri, Sesko TNI-AD, Sesko TNI-AL, Sesko TNI-AU.
Selain itu, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Direktur, Pusat Kajian Asia Tenggara Unas, Peneliti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Polri, Fulbright Visiting professor/Scholar-in-
Ilmu dari Profesor Hermawan yang dalam juga membuatnya melalang buana dan mendunia di berbagai kampus dan institute serta penelitian di luar negeri. Baik dari Amerika hingga Eropa.
Selain aktif meneliti, beliau merupakan seorang jurnalis yang pandai dalam merangkai kata hingga menjadi redaktur dan koresponden berbagai media, seperti Redaktur majalah Gadis (Jakarta), Redaktur tabloid Mutiara (Jakarta), Redaktur tamu Harian Sinar Harapan (Jakarta), Kolumnis tamu harian Jawa Pos (Surabaya), Redaktur Pelaksana/Wakil Pemimpin Redaksi majalah TSM (Teknologi dan Strategi Militer).
Masih banyak karir cemerlang beliau terkait sebagai jurnalis selain menjadi Profesor riset, bahkan ia dikenal tetap aktif menjadi jurnalis diantara penelitian dan tugas luar negeri. seperti Koresponden Harian Surya di Amerika, Penulis tamu El Mundo, Portugal, dan Loper koran The Arizona Republic (Arizona, AS).***

Share this article
Hal terkait kasus pembunuhan Brigadir J pada awalnya sering diupdate oleh Hermawan Sulistyo yang mana disebut sebagai Profesor Humas Polri.