AYOJAKARTA.COM - Tak dapat dipungkiri, kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J merupakan kasus yang menyita perhatian publik.
Hingga akhir, para terdakwa tidak ada yang mengakui terkait rencana pembunuhan tersebut kecuali Bharada E alias Richard Eliezer.
Ferdy Sambo sang mantan Jenderal yang merupakan otak intelektual dibalik kasus ini pun hingga akhir juga tidak mengakui perbuatannya.
Pada pekan depan ia dan keempat terdakwa lainnya akan menjalani sidang putusan vonis dari hakim akibat perbuatan menghilangkan nyawa almarhum Brigadir J.
Rencananya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan disidangkan pada tanggal 13 Februari 2023, kemudian dilanjutkan esok hari tanggal 14 Februari 2023 pembacaan vonis untuk Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Dan pada 15 Februari 2023 akan dilanjutkan pembacaan kepada terdakwa terakhir yaitu Richard Eleiezer.
Menjelang babak akhir persidangan , muncullah sosok seorang yang membongkar sifat asli Ferdy Sambo.
Baca Juga: Febri Diansyah sebut Isu Perselingkuhan Putri Candrawathi 'Itu Pesanan', Begini Ternyata...
Dikutip AyoJakarta.com dari akun TikTok JAM GADANG TV (7/1/2023), dalam unggahan sebuah wawancara sosok pembongkar sifat asli Ferdy Sambo adalah paman kandungnya yakni Amsal Sampetondok.
Ia mengatakan beberapa hal selaku orang tua dari Ferdy Sambo bahwa baik jaksa maupun hakim harus berimbang dalam memberikan putusan terhadap Ferdy Sambo.
"Saya bicara selaku orang tua, karena bapaknya Sambo sudah tidak ada, saya selaku pamannya langsung, jaksa penuntut maupun dari hakim mohon supaya dalam putusan nanti itu berimbang lah karena begitu besar," ucap Amsal.
"PC sudah korban kemudian dibully kemudian gelombang besar masuk, bagaimana perasaan seorang Ferdy Sambo dan Putri mencaci memfitnah dan segala macem lah, ini dia yang menjado pwrtimbangan lah," lanjutnya.
Baca Juga: Lecehkan Belasan Anak Dibawah, Apakah Perilaku Wanita di Jambi Termasuk Pedofilia dan Eksibisionis?
Dalam kesempatannya Amsal meminta pada jaksa membayangkan jika hal yang terjadi kepada Ferdy Sambo diri kita.
"Saya minta dari pertimbangan jaksa penuntut umum, mari kita mengambil ini dari diri sendiri bagaimana kalau istri saudara, istri saya dibuat seperti itu apakah tidak ada tindakan secara emosional secara manusiawi, apa lagi kami ini orang Sulsel itu adalah siri, lebih dari harkat dan martabat saya korbankan demi keluarga saya," ucapnya.
Ia pun merasa heran atas tuntutan yang diberikan kepada Putri Candrawathi, pasalnya ia sebagai korban tapi malah dihukum 8 tahun penjara.
"Kok yang korban dihukum 8 tahun, ya nggak pantas lah," ucap Amsal.
Amsal pun menyampaikan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo tersebut merupakan pembelaan karena telah melukai harkat dan martabatnya.
"Berikanlah keringanan karena perbuatan seperti itu tidak akan pernah mungkin harkat dan martabat Ferdy Sambo," ucapnya.
Disela-sela pembelaannya terhadap Ferdy Sambo, Amsal bahkan menyebutkan bahwa keponakannya tersebut merupakan anak manis papa dan mama.
"Itu anak manis, anak mama anak papa itu ferdy sambo mbak, sayang sama orang tua," ucap Amsal.***

Share this article
Sosok ini bongkar sifat asli dari Ferdy Sambo, sebut tidak sepantasnya dihukum seumur hidup karena membela Putri Candrawathi