AYOJAKARTA.COM - Upaya Anies Baswedan dalam maju menjadi bakal calon Presiden 2024 agaknya menemui jalan yang kurang mulus.
Beberapa isu pun bermunculan setelah ia dideklarasikan oleh beberapa Partai sebagai calon Presiden 2024.
Salah satu isu yang hangat diperbincangkan khalayak adalah utang sebesar Rp 50 miliar antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman metro.suara.com dengan judul "Ditanya soal Utang Rp 50 Miliar Anies Baswedan, Sandiaga Uno Irit Bicara" (7/2/2023), Sandiaga memberikan komentarnya terkait kabar tersebut.
Namun saat ditemui di kantor DPP DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (6/2/2023) Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak banyak memberikan tanggapan.
Ia hanya menyampaikan bahwa saat ini belum bisa memberikan statement terhadap kabar yang semakin santer diperbincangkan publik.
"Saya belum bisa kasih statemen," kata Sandiaga Uno.
Sebelumnya, menguapnya kabar tentang utang Rp 50 miliar yang dimiliki oleh Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno ramai diperbincangkan sejak Erwin Aksa mengungkapkannya di kanal YouTube milik Akbar Faizal.
Dalam keterangannya, Erwin Aksa yang merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengaku membaca perjanjian utang piutang antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tersebut.
Baca Juga: Heboh Anies Baswedan Utang Rp50 Miliar ke Sandiaga Uno, Berikut Fakta-faktanya
Ia bahkan meyakini bahwa perkara hutang piutang tersebut belum terselesaikan alias dibayarkan oleh Anies Baswedan.
Namun hal tersebut mendapatkan tanggapan yang berbeda dari juru bicara Anies Baswedan yakni Sudirman Said.
Ia membenarkan bahwa adanya utang piutang tersebut namun ia menyatakan bahwa persoalan tersebut sudah lunas.
Sudirman Said menjelaskan bahwa berdasarkan perjanjian, utang tersebut akan lunas jika pilkada dimenangkan oleh keduanya.
"Tapi dalam perjanjiannya, dikatakan bahwa, kalau pilkadanya menang, utang piutangnya selesai. Jadi itu dianggap bukan sebagai utang," kata Sudirman Said.***

Share this article
Soal utang Rp 50 Miliar Anies Baswedan, Sandiaga Uno hanya beri jawaban singkat, belum bisa beri statement.